Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Imbas Tarif Trump, Inggris Tangguhkan Tarif Impor 89 Produk

Imbas Tarif Trump, Inggris Tangguhkan Tarif Impor 89 Produk
Donald Trump (instagram.com/realdonaldtrump)

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah Inggris resmi menangguhkan tarif impor terhadap 89 jenis produk hingga Juli 2027, sebagai bagian dari upaya mendukung dunia usaha dalam negeri serta meringankan tekanan biaya hidup masyarakat. Kebijakan yang diumumkan pada Senin (14/4) ini langsung berlaku dan mencakup berbagai kategori barang, mulai dari kebutuhan sehari-hari.

Berbagai produk yang terdampak, di antaranya pasta, jus buah, rempah-rempah, dan minyak kelapa, hingga bahan industri seperti kayu lapis dan plastik yang digunakan dalam sektor konstruksi dan manufaktur. Produk musiman seperti sirup agave, yang populer di kalangan pembuat koktail, serta umbi tanaman untuk keperluan berkebun juga termasuk dalam daftar barang yang mendapatkan penangguhan tarif.

Otoritas setempat memperkirakan kebijakan ini akan menghemat setidaknya 17 juta poundsterling setiap tahunnya. Pemerintah berharap penghematan ini dapat diteruskan ke konsumen melalui harga eceran yang lebih terjangkau, terutama menjelang musim panas.

“Perdagangan bebas dan terbuka menumbuhkan ekonomi, menurunkan harga, dan membantu bisnis untuk menjual (produknya) ke seluruh dunia. Itulah sebabnya kami memangkas tarif untuk berbagai produk,” ujar Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, mengutip Xinhhua (16/4).

Ia menambahkan, “Dari makanan hingga furnitur, kebijakan ini akan mengurangi biaya barang sehari-hari untuk bisnis, dengan penghematan yang diharapkan bisa diteruskan ke konsumen.”

Dampak ketidakpastian global

Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, turut menyoroti urgensi kebijakan ini dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan tekanan biaya hidup.

“Di dunia yang terus berubah, kami tahu keluarga-keluarga mengkhawatirkan soal biaya hidup, dan perusahaan-perusahaan tidak yakin dengan masa depan mereka. Itulah sebabnya kami mengumumkan harga yang lebih rendah untuk impor barang-barang kebutuhan sehari-hari, yang akan membantu pelaku usaha berkembang dan membuat pelanggan mereka bisa merasakan penghematan biayanya,” ungkapnya.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari kebijakan perdagangan eksternal, termasuk tarif baru dari Amerika Serikat terhadap sejumlah ekspor utama Inggris, seperti baja, otomotif, dan makanan. Kebijakan dari Washington tersebut telah menaikkan biaya bagi eksportir Inggris dan memicu gangguan dalam perdagangan lintas Atlantik.

Berbagai asosiasi industri memperingatkan bahwa tarif dari AS dapat semakin membebani sektor manufaktur Inggris yang selama ini sudah menghadapi tantangan biaya input tinggi dan permintaan global yang lemah. Oleh karena itu, penangguhan tarif ini dianggap sebagai respons strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional dan mendorong ketahanan industri domestik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More

Menteri PU Ungkap Bahan Bangunan Akan Naik Imbas Perang

02 Apr 2026, 17:26 WIBNews