Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekonom Soroti Kepastian Regulasi untuk Investasi
Ekonom, Mahendra Siregar
  • Kepastian regulasi dan arah kebijakan dinilai penting untuk menarik investasi serta menjaga prospek industri Indonesia.

  • Realisasi investasi semester I 2026 mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun, tetapi kualitas dan persebarannya masih perlu dicermati.

  • Peran negara sebagai katalis, mitra, pelaku usaha, atau regulator memengaruhi struktur industri dan strategi investasi swasta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
semester I 2026

Realisasi investasi mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selasa (13/10)

Mahendra Siregar menyampaikan pandangan mengenai ketidakpastian, peran pemerintah, hubungan BUMN dan swasta, serta arah investasi dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV-2026 di Jakarta.

kini

Mahendra Siregar kini menjadi ekonom.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kepastian regulasi dan arah kebijakan dinilai penting untuk menarik investasi ke Indonesia dan menjaga prospek industri.
  • Who?
    Mahendra Siregar, mantan Ketua OJK yang kini menjadi ekonom, menyampaikan pandangan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV-2026 di Jakarta.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa (13/10), sementara data investasi mencakup semester I 2026.
  • Why?
    Kondisi global penuh ketidakpastian dan perkembangan industri domestik dipengaruhi peran pemerintah, hubungan BUMN dan swasta, serta arah investasi.
  • How?
    Negara dapat berperan sebagai katalis, mitra investasi, pelaku usaha, atau regulator; keterlibatannya memengaruhi struktur industri dan investasi swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mahendra Siregar bilang aturan yang pasti penting supaya orang mau menanam uang di Indonesia. Pemerintah dan perusahaan harus melihat peran negara di setiap bidang. Investasi pada semester pertama 2026 sudah besar, tetapi kualitas dan penyebarannya masih perlu dilihat. Sekarang, dunia usaha masih menghadapi keadaan global yang tidak pasti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Realisasi investasi yang mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026 menunjukkan adanya aktivitas penanaman modal yang kuat. Pada saat yang sama, pembahasan tentang kualitas, persebaran, dan peran negara dapat membantu menempatkan pertumbuhan investasi dalam kerangka kebijakan serta pelaksanaan yang lebih terarah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Ekonom menyoroti masalah kepastian regulasi dan arah kebjakan pemerintah sebagai faktor penentu menarik investasi ke Indonesia dan menjaga prospek industri ke depan.

Mantan Ketua OJK, yang juga Ekonom, Mahendra Siregar mengatakan di tengah kondisi global saat ini penuh ketidakpastian pemerintah, BUMN dan swasta,memiliki peran penting dalam membangun hubungan serta menentukan arah investasi di Indonesia.

"Bagaimana dunia usaha menyesuaikan diri dengan program serta kebijakan ekonomi yang sedang dikembangkan? Tentu pertanyaan-pertanyaan itu wajar dalam periode perubahan. Tapi penting membedakan ketidakpastian, risiko yang dapat diidentifikasi, dan perubahan yang justru membuka peluang baru," ujar Mahendra dalam acara Indonesia Knowledge Forum (IKF) XV-2026 di Jakarta, Selasa (13/10).

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi pada semester I 2026 mencapai lebih dari Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, besarnya realisasi investasi belum sepenuhnya menggambarkan kualitas pembentukan modal maupun persebaran investasi di berbagai sektor.

Menurutnya meskipun pemerintah semakin aktif, pelaku usaha perlu mencermati posisi negara di masing-masing sektor, baik sebagai katalis yang membuka pasar, mitra investasi, pelaku usaha yang beroperasi di sektor yang sama, maupun regulator yang menetapkan kerangka bisnis.

"Apakah negara hadir sebagai katalis yang membuka pasar? sebagai mitra investasi? Apakah negara hadir sebagai perlaku usaha di sektor yang sama? Dan apakah negara hadir sebagai regulator yang menunjukkan kerangka bisnis?," ujar dia.

Di sejumlah sektor, kata dia, investasi negara pada infrastruktur dapat membantu menekan biaya logistik dan membuka peluang kegiatan ekonomi bagi swasta. Namun, di sektor lain, keterlibatan negara dapat memengaruhi struktur industri, persaingan, kebutuhan investasi, serta strategi perusahaan.

Kondisi tersebut turut menentukan arah kebijakan investasi pemerintah mendorong masuknya investasi swasta (crowding in) atau justru menggeser investasi swasta (crowding out).

"Kebijakan dari pemerintah dapat membuka peluang baru, kemampuan memanfaatkannya bergantung pada kualitas investasi, produktivitas, dan pelaksanaannya," pungkas dia.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article