Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Kesepakatan Dagang dengan AS, RI Akan Beli 50 Pesawat Boeing

Kesepakatan Dagang dengan AS, RI Akan Beli 50 Pesawat Boeing
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)
Intinya Sih
  • Indonesia dan Amerika Serikat resmi menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (ART) dengan tarif resiprokal 19 persen bagi produk Indonesia dan 0 persen untuk produk AS.
  • Sebagai tindak lanjut kesepakatan, Indonesia berencana membeli 50 pesawat Boeing serta melakukan pembelian gas dan crude oil senilai US$15 miliar per tahun.
  • Garuda Indonesia melanjutkan rencana strategis pembelian pesawat Boeing guna memperkuat armada, mendukung transformasi bisnis, dan mengoptimalkan jaringan penerbangan lima tahun ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Rosan Roeslani menyatakan bahwa Indonesia akan melakukan pembelian 50 pesawat Boeing sebagai tindak lanjut dari kesepakatan agreement reciprocal trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS).

Rosan menyatakan, saat ini Indonesia telah melakukan pembicaraan awal dengan pihak Boeing.

“Dan ini akan kita lanjutkan,” tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (20/2).

Selain pembelian 50 unit pesawat Boeing, Rosan mengatakan bahwa Danantara juga bertanggung jawab dalam pembelian gas dan crude oil senilai US$15 miliar dolar per tahun atau sekitar Rp253,33 triliun. 

Di samping itu, untuk meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terdapat sejumlah kemungkinan investasi dalam beberapa bidang yang sedang dalam proses pipeline, baik dari sektor oil dan gas maupun bidang-bidang lainnya. 

Sebelumnya, pada tahun lalu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) juga telah mengonfirmasi kelanjutan rencana strategis membeli 50 pesawat dari Boeing. Langkah ini merupakan bagian dari syarat timbal balik yang ditetapkan Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan tarif dagang 19 persen dengan Indonesia.

Garuda menyatakan pihaknya tengah berkomunikasi secara intensif dengan Boeing. Pembahasan berfokus pada detail kebutuhan tipe armada yang sesuai dengan pangsa pasar perseroan.

Manajemen Garuda memandang pembelian pesawat ini merupakan langkah jangka panjang menunjang transformasi bisnis perusahaan. Tujuannya memperkuat armada dan mengoptimalkan jaringan penerbangan dalam lima tahun ke depan demi meningkatkan pendapatan.

Sebagai konteks, Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi meneken perjanjian perdagangan atau agreement of reciprocal trade (ART) pada Jumat (20/2). Penandatanganan tersebut menandai kesepakatan tarif resiprokal sebesar 19 persen bagi produk Indonesia ke pasar AS.

Di samping itu, Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan fasilitas untuk produk Amerika Serikat dengan tarif 0 persen.

Perjanjian tersebut akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan oleh kedua belah pihak. Indonesia akan melakukan konsultasi dengan DPR, dan Amerika akan melakukan proses internal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in News

See More