Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Lampaui Target, Transaksi Harbolnas 2025 Tumbuh 17 Persen

ilustrasi belanja online
ilustrasi belanja online (freepik.com/studioredcup)
Intinya sih...
  • Transaksi Harbolnas 2025 naik 17 persen dari tahun sebelumnya.
  • Produk lokal menyumbang 45,6 persen transaksi dengan nilai Rp16,6 triliun.
  • Fitur live shopping diminati 80 persen konsumen.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 membukukan nilai transaksi Rp36,4 triliun. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan pada kisaran Rp33 triliun-34 triliun, sekaligus meraih pertumbuhan 17 persen dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan Harbolnas yang berlangsung pada 10-16 Desember 2025 merupakan instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan daya beli masyarakat.

“Harbolnas berhasil membuktikan bahwa perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis sebagai stimulus dalam meningkatkan konsumsi domestik,” ujar Budi dalam keterangan resmi, dikutip Senin (5/1).

Penyelenggaraan tahun ini diikuti oleh lebih dari 1.300 pelaku usaha, mulai dari pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar (marketplace). Salah satu sorotan utama adalah kontribusi produk lokal yang mencapai 45,6 persen dari total transaksi, atau setara Rp16,6 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 3 persen dibandingkan dengan 2024.

Kategori produk lokal yang paling diminati konsumen sepanjang periode ini meliputi fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta makanan dan minuman. Menurut Budi, capaian ini mencerminkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri pada ekosistem digital.

Laporan Harbolnas 2025 juga menunjukkan pergeseran signifikan pada perilaku konsumen. Fitur belanja langsung (live shopping) menjadi metode paling diminati, dengan tingkat penggunaan 80 persen.

Tren ini jauh mengungguli fitur permainan atau gamifikasi—seperti pengumpulan poin—yang hanya diminati oleh 31 persen konsumen. Sementara itu, fitur lelang (bid) menjaring minat terendah, yakni hanya 7 persen.

Selain fitur platform, peran afiliator menunjukkan kinerja positif. Sebanyak 54 persen konsumen memutuskan melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan oleh afiliator pada berbagai platform media sosial.

Pemerintah berharap Harbolnas terus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.

Program ini dijalankan selaras dengan inisiatif Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA). Jika digabungkan, ketiga program belanja tersebut menargetkan total nilai transaksi hingga Rp110 triliun sepanjang 2025.

“Melalui kombinasi program ini, pemerintah berharap aktivitas ekonomi meningkat signifikan. Pelaku usaha diharapkan memanfaatkan momentum ini untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapabilitas digital di tengah persaingan perdagangan elektronik yang semakin kompetitif,” kata Budi.

Share
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in News

See More

Satu Tahun Program MBG, Prabowo Klaim Sudah Jangkau 55 Juta Penerima

06 Jan 2026, 17:39 WIBNews