Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menkeu Sebut Obligasi SMI dan SMF Jadi Underlying Repo BI
Obligasi
  • Obligasi PT SMI dan PT SMF telah diterima sebagai underlying repo dalam operasi moneter Bank Indonesia.

  • Perluasan underlying mencakup obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi untuk memperkuat operasi moneter pro-market.

  • Transaksi repo dan aktivitas pasar sekunder PT SMF meningkat setelah implementasi dilakukan secara bertahap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?
Vote Now
10 November 2025

Implementasi perluasan underlying operasi moneter mulai dilakukan secara bertahap.

Oktober 2025

Volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder tercatat rata-rata Rp31,9 miliar per hari.

28 September 2026

Lelang repo perdana dengan obligasi dan sukuk korporasi PT SMI dilakukan sebesar Rp60 miliar.

30 September 2026

Total transaksi repo operasi moneter dengan underlying obligasi dan sukuk korporasi PT SMF mencapai Rp1,25 triliun sejak peluncuran.

akhir Agustus 2026

Volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder meningkat menjadi rata-rata Rp179,9 miliar per hari.

Kamis (1/10)

Suahasil Nazara dan Destry Damayanti menyampaikan pernyataan mengenai perluasan underlying operasi moneter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?
Vote Now
  • What?
    Bank Indonesia memperluas surat berharga yang dapat digunakan sebagai underlying dalam operasi moneter, termasuk obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi.
  • Who?
    Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, PT SMI, PT SMF, dan Bank Indonesia.
  • Where?
    Perkembangan tersebut disampaikan di Jakarta dan berlangsung dalam operasi moneter Bank Indonesia serta pasar keuangan Indonesia.
  • When?
    Implementasi dilakukan bertahap sejak 10 November 2025 hingga 30 September 2026, dengan lelang repo perdana PT SMI pada 28 September 2026.
  • Why?
    Perluasan dilakukan untuk memperkuat kebijakan moneter, mendorong transaksi pasar sekunder, memperkuat pembentukan harga, dan mendukung pembiayaan sektor riil.
  • How?
    Obligasi dan sukuk korporasi digunakan sebagai underlying repo, yaitu kesepakatan menjaminkan aset untuk mendapatkan pinjaman dana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?
Vote Now

Bank Indonesia menerima obligasi dari PT SMI dan PT SMF untuk dipakai dalam repo. Repo adalah cara menjaminkan aset supaya mendapat uang pinjaman. Menteri Keuangan Suahasil dan Gubernur Bank Indonesia Destry mengatakan kebijakan ini bisa membantu pasar keuangan dan ekonomi. Sekarang, transaksi repo dan surat berharga PT SMF meningkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?
Vote Now

Perluasan underlying memberi ruang lebih besar bagi operasi moneter untuk terhubung dengan pasar uang dan pasar valuta asing. Peningkatan transaksi repo serta volume surat berharga PT SMF menunjukkan aktivitas pasar keuangan yang lebih tinggi. Kebijakan ini juga membuka dukungan bagi pembiayaan sektor riil, termasuk perumahan dan infrastruktur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa obligasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (PT SMF) atau lembaga spessial mission vehicle Kementerian Keuangan, telah diterima sebagai underlying repurchase agreement (repo) dalam operasi moneter Bank Indonesia.

Menurut Suahasil, hal ini akan berdampak positif ke perekonomian Indonesia.

“Ini akan menggulirkan perekonomian dan ini adalah fundamental yang baik bagi perekonomian kita ke depan,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (1/10).

Bank Indonesia memperluas surat berharga yang dapat digunakan dalam Operasi Moneter (underlying) dengan memasukkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi. Perluasan ini merupakan salah satu upaya penguatan pelaksanaan kebijakan moneter melalui operasi moneter pro-marketyaitu operasi moneter yang terintegrasi dengan pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA).

Repo sendiri adalah suatu kesepakatan untuk menjaminkan asset yang dimiliki agar bisa mendapatkan pinjaman dana.

Dalam acara terpisah, Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan bahwa perluasan underlying ini diharapkan dapat terus berkembang, mendorong transaksi pasar sekunder, memperkuat pembentukan harga, dan pada akhirnya mendukung pembiayaan bagi sektor riil, termasuk perumahan dan infrastruktur.

“Efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada transmisi melalui pasar keuangan yang dalam, likuid, dan efisien," ujar Destry, Kamis (1/10).

Implementasi perluasan underlying operasi moneter telah dilakukan secara bertahap. Sejak diluncurkan pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, total transaksi repo operasi moneter dengan underlyingobligasi dan sukuk korporasi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF telah mencapai Rp1,25 triliun.

Perluasan underlying tersebut kemudian dilakukan dengan menambahkan obligasi dan sukuk korporasi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, dengan lelang repo perdana pada 28 September 2026 sebesar Rp60 miliar.

Kebijakan ini juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas di pasar keuangan, tercermin dari peningkatan volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026.

Pada periode yang sama, kepemilikan bank atas obligasi PT SMF meningkat 18 persen, dari Rp8,69 triliun menjadi Rp10,22 triliun. Perkembangan tersebut menunjukkan respons positif pasar yang perlu terus didorong untuk mendukung pendalaman pasar keuangan di Indonesia.

Perluasan underlying operasi moneter tersebut diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas perbankan, mendorong aktivitas transaksi surat berharga korporasi di pasar sekunder, dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Sampaikan pandangan Anda

Apa dampak utama perluasan underlying operasi moneter?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article