Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 ke 5,2%
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (pexels.com/Monstera Production)
  • OECD menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2 persen, sedangkan proyeksi 2027 berada di 5,1 persen.

  • Pertumbuhan Indonesia ditopang permintaan domestik yang tangguh dan perbaikan terms of trade yang mendukung investasi.

  • Inflasi Indonesia diproyeksikan 3,3 persen pada 2026 sebelum turun menjadi 3,0 persen pada 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Vote Now
2025

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,1 persen.

Juni 2026

OECD sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 0,5 poin persentase lebih rendah dibandingkan proyeksi terbaru untuk 2026.

September 2026

Dalam OECD Economic Outlook Interim Report September 2026, OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027.

2027

Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh stabil, meski sedikit melambat menjadi 5,1 persen. Inflasi diproyeksikan turun menjadi 3,0 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Vote Now
  • What?
    OECD menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen dan memperkirakan pertumbuhan 2027 sebesar 5,1 persen.
  • Who?
    Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menyampaikan proyeksi tersebut.
  • Where?
    Proyeksi tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia.
  • When?
    Proyeksi berlaku untuk 2026 dan 2027, berdasarkan OECD Economic Outlook Interim Report September 2026.
  • Why?
    Pertumbuhan ditopang permintaan domestik yang tangguh dan perbaikan terms of trade yang diperkirakan mendukung investasi.
  • How?
    OECD memperbarui proyeksi berdasarkan laporan ekonominya, dengan mempertimbangkan pertumbuhan, inflasi, permintaan domestik, dan terms of trade.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Vote Now

OECD bilang ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,2 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027. Pertumbuhan ini dibantu orang-orang yang tetap membeli barang dan investasi yang membaik. Tapi harga-harga diperkirakan naik 3,3 persen pada 2026, lalu turun menjadi 3,0 persen pada 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Vote Now

Proyeksi OECD menunjukkan ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil hingga 2027, dengan permintaan domestik yang tangguh dan perbaikan terms of trade yang mendukung investasi. Di tengah tekanan inflasi, kebijakan dukungan harga pemerintah juga disebut membantu meredam kenaikan harga energi dalam jangka pendek.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen, atau naik 0,5 poin persentase dibandingkan proyeksi dalam OECD Economic Outlook Juni 2026.

Dalam OECD Economic Outlook Interim Report September 2026, OECD memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh stabil pada 2027, meski sedikit melambat menjadi 5,1 persen.

Proyeksi tersebut menempatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5,2 persen tahun ini, dibandingkan realisasi pertumbuhan 5,1 persen pada 2025. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan 2027 naik 0,1 poin persentase dari proyeksi OECD sebelumnya.

OECD menilai pertumbuhan Indonesia masih ditopang oleh permintaan domestik yang tangguh. Selain itu, perbaikan terms of trade diperkirakan turut mendukung peningkatan investasi pada periode proyeksi.

“Pertumbuhan Indonesia diproyeksikan relatif stabil, sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027, dengan perbaikan terms of trade mendukung peningkatan investasi,” tulis OECD dalam laporan OECD Economic Outlook Interim Report September 2026, dikutip Kamis (24/9).

Di sisi lain, OECD memperkirakan tekanan inflasi Indonesia meningkat pada 2026. Inflasi diproyeksikan mencapai 3,3 persen pada 2026, sebelum turun menjadi 3,0 persen pada 2027. Angka proyeksi 2026 tersebut turun 0,1 poin persentase dari proyeksi OECD pada Juni, sedangkan proyeksi 2027 naik 0,5 poin persentase.

OECD menyebut kebijakan dukungan harga pemerintah turut meredam tekanan kenaikan harga energi di Indonesia dan sejumlah negara berkembang lainnya dalam jangka pendek.

Dalam laporan yang sama, OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi global mencapai 2,9 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 3,0 persen pada 2027. Namun, lembaga tersebut memperingatkan prospek ekonomi masih menghadapi ketidakpastian tinggi, terutama dari perkembangan pasar energi dan konflik di Timur Tengah.

Lonjakan harga energi yang kembali terjadi pada bulan September diperkirakan akan menjaga inflasi tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Inflasi umum negara G20 diproyeksikan naik menjadi 4,1 persen pada tahun 2026 sebelum melandai ke angka 3,6 persen pada tahun 2027. Inflasi inti di negara-negara maju diperkirakan akan melambat dari 2,7 persen pada tahun 2026 menjadi 2,5 persen pada tahun 2027.

Bagaimana pandanganmu soal proyeksi ekonomi Indonesia?

Apa faktor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article