Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Forum Eksplorasi Hulu Migas (FOREK) 2026. (YouTube/Kementerian ESDM)
  • Pemerintah menyiapkan crude storage di sejumlah wilayah Sumatra dengan target kapasitas penyimpanan minyak mentah hingga 60 hari.

  • Studi kelayakan telah rampung, sementara peninjauan lokasi dijadwalkan mulai akhir tahun dengan mempertimbangkan keselamatan dan risiko bencana.

  • Pemerintah juga menyiapkan pengembangan bioetanol E20 hingga E50 dan melanjutkan implementasi biodiesel B50.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (3/11)

Bahlil menyampaikan rencana pembangunan storage di sejumlah wilayah Sumatra untuk menampung minyak mentah hasil impor hingga 60 hari.

akhir tahun ini

Peninjauan lokasi fasilitas diagendakan dimulai. Peninjauan mencakup aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menyiapkan fasilitas penyimpanan minyak mentah atau crude storage dengan target kapasitas stok hingga 60 hari.
  • Who?
    Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM, menyampaikan rencana tersebut.
  • Where?
    Fasilitas penyimpanan direncanakan dibangun di sejumlah wilayah Sumatra.
  • When?
    Rencana disampaikan pada Selasa (3/11), sedangkan peninjauan lokasi diagendakan mulai akhir tahun ini.
  • Why?
    Untuk menampung minyak mentah hasil impor, meningkatkan kapasitas penyimpanan, dan memperkuat fleksibilitas pengelolaan pasokan minyak nasional.
  • How?
    Studi kelayakan telah rampung. Peninjauan lokasi akan mencakup aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah mau membuat tempat untuk menyimpan minyak mentah di beberapa wilayah Sumatra. Bahlil mengatakan tempat itu bisa menyimpan minyak sampai 60 hari. Studi pembuatannya sudah selesai, lalu lokasi akan diperiksa akhir tahun. Pemerintah juga menyiapkan bioetanol E20 sampai E50 dan tetap menjalankan biodiesel B50.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rencana crude storage memberi ruang penyimpanan minyak mentah hingga 60 hari dan memperkuat fleksibilitas pengelolaan pasokan. Perencanaan lokasi yang mempertimbangkan keselamatan serta mitigasi risiko bencana juga menunjukkan pembangunan infrastruktur energi diarahkan agar berlangsung secara terencana dan memenuhi standar keamanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menyiapkan fasilitas penyimpanan minyak mentah crude storage di sejumlah wilayah di Sumatra untuk mendukung ketersediaan stok minyak mentah nasional. Fasilitas ini ditargetkan dapat menampung stok per 60 hari.

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah hasil impor sehingga Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih memadai.

"Kami akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude. Target kita bisa sampai dengan 60 hari," ujar Bahlil usai rapat," kata Bahlil dalam keterangan resmi, pada Selasa (3/11).

Rencana yang tersebut telah dibahas dalam rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka dan bertujuan tak hanya meningkatkan kapasitas penyimpanan, tetapi juga memperkuat fleksibilitas pengelolaan pasokan minyak nasional.

Bahlil menjelaskan, studi kelayakan pembangunan fasilitas tersebut telah rampung. Peninjauan lokasi diagendakan mulai akhir tahun ini, meliputi aspek teknis, keselamatan, dan mitigasi risiko bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan infrastruktur energi berlangsung secara terencana dan memenuhi standar keamanan.

"Salah satu di antaranya adalah kita rancang jangan sampai kondisi di mana kita meletakkan storage itu punya peluang atau potensi besar untuk jadi bencana. Itu kan menyangkut keselamatan," kata Bahlil.

Selain infrastruktur, pemerintah bakal mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan bioetanol.

Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana strategis pengembangan bioetanol secara bertahap, mulai dari E20 hingga E50.

Pengembangan tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian guna memastikan kesiapan bahan baku dari sektor hulu.

"E20 sampai dengan E50 dan kami sudah menyiapkan renstranya. Saya dengan Pak Mentan, karena hulunya itu adalah kolaborasi antara Mentan dengan ESDM," kata Bahlil.

Meski demikian, Bahlil memastikan implementasi program biodiesel B50 tetap berlanjut agar pemanfaatan sumber energi domestik semakin kuat dan ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil bisa berkurang.

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article