Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Siagakan Anggaran Rp5 Triliun untuk Penanganan Bencana NTT
Kerusakan bangunan yang terdampak gempabumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. Dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur
  • Pemerintah menyiagakan dana darurat Rp5 triliun untuk bencana Flores, NTT, dan siap menambah anggaran sesuai kebutuhan BNPB; BNPB memiliki dana standby sekitar Rp500 miliar.
  • Gempa magnitudo 7,7 di Flores pada 15 Agustus 2026 merusak 7.968 rumah serta 744 fasilitas umum dan infrastruktur, dengan pendataan kerusakan masih berlangsung.
  • BNPB mencatat 68 korban jiwa dan 213 korban luka; BMKG merekam 1.624 gempa susulan, sementara tsunami terdeteksi di 16 lokasi pada empat provinsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah menyiagakan dana darurat Rp5 triliun untuk penanganan dampak gempa magnitudo 7,7 dan tsunami di Flores, Nusa Tenggara Timur.
  • Who?
    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, BNPB, BPBD NTT, BMKG, petugas evakuasi, serta warga terdampak di sejumlah wilayah.
  • Where?
    Penanganan berfokus di Flores, NTT, dengan dampak juga tercatat di NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
  • When?
    Gempa terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026. Data kerusakan dan korban dihimpun hingga Senin, 17 Agustus, sementara pernyataan dana disampaikan Selasa, 18 Agustus.
  • Why?
    Dana disiagakan untuk menangani bencana yang merusak 7.968 rumah dan 744 fasilitas umum serta infrastruktur, dengan 68 korban jiwa dan 213 korban luka.
  • How?
    Pemerintah akan memproses tambahan anggaran secara cepat sesuai kebutuhan BNPB. BNPB memiliki dana siaga sekitar Rp500 miliar, sementara pendataan kerusakan, evakuasi, dan perawatan medis terus dilakukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah telah menyiagakan dana darurat penanggulangan bencana sebesar Rp5 triliun untuk mengatasi bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ia juga mengatakan bahwa anggaran bencana siap ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dana bencana itu selalu standby Rp5 triliun, sebagian dipakai untuk Aceh mungkin tapi kalau kurang kita tambah lagi tergantung BNPB,” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Selasa (18/8).

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah juga akan memproses dana dengan cepat apabila tambahan dana diperlukan. Meski demikian, ia belum mengatakan secara detail berapa besaran dana yang diminta oleh BNPB.

Saat ini, BNPB sendiri diketahui telah memiliki dana standby sekitar Rp500 miliar. “Mereka bilang sudah kirim surat kemarin kita akan up cepat khusus untuk bencana seperti itu,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur, hingga Senin (17/8), 7.968 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Selain rumah warga, tercatat 744 fasilitas umum (fasum) dan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa.

“Pendataan kerusakan masih terus dilakukan di Kabupaten terdampak. Angka ini merupakan data yang sudah masyk dan diverifikasi sampai batas waktu pelaporan,” kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya, dikutip dari Antara, Selasa (18/8).

Sementara itu, hingga Senin sore, BNPB mengidentifikasi 68 korban jiwa yang terdampak gempa bumi.

Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 26 orang, Kabupaten Manggarai Timur 24 orang, Kabupaten Nagekeo sebanyak 8 jiwa, Kabupaten Sikka 4 jiwa, Kabupaten Ende 2 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat 2 jiwa, dan Kabupaten Ngada 2 jiwa.

Petugas juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap 213 korban luka-luka.

Pada Senin (17/8), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.624 gempa susulan (aftershock) pasca tsunami Flores telah terjadi dengan magnitudo M1,3-M6,2. Di antara ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo M>5 sebanyak 23 kejadian dan gempa bumi susulan yang dirasakan berjumlah 59.

Beberapa wilayah terdampak di antaranya Menggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, Jeneponto dengan status Siaga dan wilayah Flores Timur, Bima, Dompu, Wajo untuk status Waspada.

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, NTB, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, dengan ketinggian tsunami paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB (1.605 m), dan terendah di BAKALANG, ALOR, NTT pada pukul 05:41 WIB (0.14 m).

Curated For You

Editorial Team

Related Article