Comscore Tracker
NEWS

BSSN Luncurkan Satria, Aplikasi Pengaman Password

BSSN juga akan mengelola tanda tangan digital ASN.

BSSN Luncurkan Satria, Aplikasi Pengaman PasswordShutterstock/Treecha

by Pingit Aria Mutiara Fajrin

Jakarta, FORTUNE - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) meluncurkan aplikasi Satria (Sandi Anda Terenkripsi dengan Aman) di Kantor BSSN, Jakarta, Selasa (2/11). Aplikasi password manager ini diharapkan bisa segera digunakan di seluruh instansi pemerintahan dari pusat hingga daerah. 

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian mengatakan, aplikasi SATRIA diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengamanan data pribadi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat luas. Aplikasi SATRIA menjadi sarana literasi keamanan siber dalam mengelola password

“Satria dihadirkan sebagai bentuk literasi digital karya mandiri BSSN untuk menunjukkan bahwa negara hadir dalam hal keamanan siber bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya ASN se-Indonesia," kata Hinsa sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu (3/11). 

Hinsa menyebut, aplikasi Satria dimaksudkan sebagai perangkat pengaman password dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik. Aplikasi ini tidak hanya bisa mengamankan password Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), tapi juga password yang digunakan para ASN dalam kehidupan pribadi, di aplikasi apa pun. 

Kehadiran aplikasi Satria, ujar Hinsa, menjadi penting karena serangan siber dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Dampak serangan itu bahkan bisa mengancam keamanan nasional.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo pun mengapresiasi BSSN peluncuran aplikasi ini. Dia meyakini, aplikasi ini akan mendorong terwujudnya transformasi digital dalam pelayanan publik. 

"Semoga momentum ini dapat memperkuat fondasi keamanan transformasi digital pemerintah dan selanjutnya dapat segera diterapkan menyeluruh di instansi pemerintah pusat dan daerah," ujar Tjahjo.

Kelola Tanda Tangan Digital ASN

Tak hanya meluncurkan aplikasi Satria, BSSN juga akan menjadi pengelola seluruh tanda tangan elektronik milik Aparatur Sipil Negara (ASN). Digitalisasi tanda tangan ini berada di bawah Balai Sertifikat Elektronik BSSN.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo pun meminta BSSN untuk meningkatkan pelayanan publik melalui transformasi kinerja dan pelayanan yang lebih baik. Salah satu caranya dengan mengembangkan tanda tangan digital.

"Balai sertifikat elektronik yang dimiliki oleh BSSN menjadi pengelola seluruh tanda tangan elektronik ASN. Maka peran penting untuk mewujudkan digitalisasi pemerintah, maka pola layanan BSSN sudah harus bersifat nasional," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis.

Related Topics

Related Articles