NEWS

Pemerintahan Jokowi Segera Berakhir, Program Prakerja Akan Berlanjut?

Peserta Prakerja di awal 2024 capai 850 ribu orang.

Pemerintahan Jokowi Segera Berakhir, Program Prakerja Akan Berlanjut?Project Management Officer (PMO) Prakerja/Dok FortuneIDN Suheriadi
15 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Periode Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan berakhir pada 20 Oktober 2024 dan dilanjutkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto. Sejumlah kebijakan disinyalir bakal berlanjut. Lantas apakah program Kartu Prakerja yang telah dijalankan sejak 2020 akan berlanjut?

Direktur Pemantauan dan Evaluasi Project Management Officer (PMO) Prakerja, Cahyo Prihadi menjelaskan bahwa sebagai manajemen pelaksana, pihaknya masih menunggu kebijakan dari Komite Cipta Kerja (KCK). Namun, pihaknya mengaku sedang menyusun anggaran program untuk tahun 2025 mendatang.

“Memang kami sedang menyusun anggaran untuk tahun 2025, tetapi kami menunggu arahan  KCK untuk tahun 2025 apakah program Prakerja nanti akan memiliki skema seperti apa,” jelas Cahyo saat konferensi pers terkait rilis laporan pelaksanaan program Prakerja di Jakarta, Rabu (15/5).

Peserta Prakerja di awal 2024 capai 850 ribu orang

Warga mengakses laman website PraKerja di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat (14/1/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Lebih lanjut Cahyo mengungkapkan, sepanjang tahun 2024, pihaknya diberikan target untuk dapat melatih 1,14 juta penerima manfaat. Target itu dicanangkan dengan anggaran total Rp5 triliun di sepanjang 2024. Dari dana tersebut, setiap penerima manfaat akan mendapatkan biaya pelatihan kisaran Rp500 ribu hingga Rp3,5 juta.

“Harapannya kita bisa lebih banyak menjangkau angkatan kerja Indonesia yang mau dilatih," kata Cahyo.

Sejak Januari hingga April 2024 saja, program ini sudah membuka 4 gelombang pelatihan yang menerima sekitar 850 ribu penerima manfaat. Gelombang selanjutnya akan dibuka kembali pada Jumat (17/5).

Lebih lanjut Cahyo menjabarkan, sejak program ini diluncurkan pada 2020 lalu hingga akhir 2023, Prakerja sudah melatih sekitar 17,5 juta penerima manfaat dari 147 juta angkatan kerja di Indonesia.

Related Topics