Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ekspansi Produksi di KEK Sei Mangkei, Unilever Gelontorkan Rp2,59 T
Unilever Ekspansi Fasilitas Produksi di KEK Sei Mangkei, Gelontorkan Rp2,59 Triliun
  • PT Unilever Oleochemical Indonesia menggelontorkan sekitar Rp2,59 triliun untuk memperluas fasilitas produksi di KEK Sei Mangkei.
  • Fasilitas tersebut akan memproduksi fatty alcohol untuk memperkuat kapasitas produksi dan manufaktur Unilever di Indonesia.
  • Hingga 2026, investasi kumulatif UOI di KEK Sei Mangkei mencapai sekitar Rp9,31 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Vote Now
2024

UOI melakukan groundbreaking Project KernelMax di KEK Sei Mangkei.

Hingga 2026

Investasi kumulatif Unilever Oleochemical di KEK Sei Mangkei mencapai sekitar Rp9,31 triliun.

paruh pertama 2026

Ekspor UOI mencapai Rp7,14 triliun. Total ekspor pelaku usaha di KEK Sei Mangkei mencapai Rp13,78 triliun pada periode yang sama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Vote Now
  • What?
    PT Unilever Oleochemical Indonesia memperluas fasilitas produksi yang akan memproduksi fatty alcohol.
  • Who?
    PT Unilever Oleochemical Indonesia, Unilever, Willem Uijen, Rizal Edwin Manansang, dan Yuliot Tanjung.
  • Where?
    KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
  • When?
    Ekspansi melanjutkan investasi setelah groundbreaking Project KernelMax pada 2024. Data investasi kumulatif tercatat hingga 2026.
  • Why?
    Pengembangan ditujukan meningkatkan kapasitas produksi, mendorong hilirisasi sumber daya, dan memperkuat kemampuan manufaktur Unilever di Indonesia.
  • How?
    UOI menggelontorkan US$155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun, dengan dukungan tambahan jaringan pipa gas dan pengembangan pembangkit energi terbarukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Vote Now

Unilever membuat tempat produksi lebih besar di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara. Mereka mengeluarkan uang sekitar Rp2,59 triliun. Tempat itu akan membuat fatty alcohol, bahan untuk barang sehari-hari. Willem Uijen bilang Unilever ingin membuat pabriknya lebih kuat di Indonesia. Sampai 2026, investasi UOI di sana sekitar Rp9,31 triliun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Vote Now

Ekspansi UOI memperlihatkan kelanjutan pengembangan fasilitas di KEK Sei Mangkei sejak groundbreaking Project KernelMax pada 2024. Produksi fatty alcohol dapat menambah kapasitas manufaktur perusahaan, sementara dukungan gas, listrik, dan pembangkit energi terbarukan yang disebut pemerintah melengkapi kebutuhan infrastruktur kawasan tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) menggelontorkan US$155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun untuk ekspansi fasilitas produksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Chief Supply Chain Officer Unilever, Willem Uijen mengatakan, ekspansi tersebut diakukan perusahaan untuk memperkuat basis manufakturnya di Indonesia.

Fasilitas tersebut akan memproduksi fatty alcohol, salah satu bahan baku industri oleokimia untuk berbagai produk kebutuhan sehari-hari.

"Indonesia memiliki modal lengkap untuk menjadi pusat manufaktur global, seperti sumber daya melimpah, SDM kompetitif, ekosistem kewirausahaan yang kuat, dan infrastruktur modern," ujar Willem, Kamis (279).

Ekspansi itu juga merupakan tindak lajut investasi UOI di KEK Sei Mangkei setelah melakukan groundbreaking Project KernelMax pada 2024. Pengembangan fasilitas ini nantinya meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong hilirisasi sumber daya dan memperkuat kemampuan manufaktur Unilever di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang menilai kelanjutan ekspansi UOI dapat semakin memperkuat ekosistem industry hilir nasional. Pemerintah akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kepastian dan kemudahan bagi investor di kawasan ekonomi khusus.

"Ekspansi UOI menunjukkan bahwa KEK Sei Mangkei telah berkembang melampaui sekadar lokasi investasi menjadi sebuah ekosistem industri serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Edwin.

Sementara itu, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menambah dukungan pasokan energi untuk kawasan tersebut. Salah satunya melalui pembangunan tambahan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun dan mengembangkan pembangkit energi terbarukan untuk menambah pasokan listrik di Sumatera Utara.

"Dengan ketersediaan gas dan listrik yang cukup, ketersediaan bahan baku, serta posisi strategis, kita dapat meningkatkan daya saing di pasar global," ujar Wamen Yuliot.

Unilever Oleochemical merupakan salah satu investor utama di di KEK Sei Mangkei. Hingga 2026, secara kumulatif investasi Unilever di KEK Sei Mangkei mencapai sekitarRp9,31 triliun.

Kontribusi UOI juga tercermin melalui kinerja ekspornya, yang hingga paruh pertama 2026 mencapai Rp7,14 triliun, atau lebih dari 50 persen dari total ekspor pelaku usaha di KEK Sei Mangkei yang mencapai Rp13,78 triliun pada periode yang sama.

Produk seperti fatty acid, glycerin, dan soap noodles buatan UOI telah menjangkau pasar 42 negara, termasuk Tiongkok, Korea Selatan, dan Prancis.

Pada periode yang sama, KEK Sei Mangkei telah mencatatkan investasi kumulatif sekitar Rp33,15 triliun dengan serapan tenaga kerja 16.191 orang, serta melibatkan 29 pelaku usaha.

Pilih fokus utama ekspansi Unilever di KEK Sei Mangkei

Menurutmu, apa fokus utama ekspansi Unilever?

See More
Peningkatan kapasitas produksi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Penguatan hilirisasi industri

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article