Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

72 Persen Pemimpin IT Global Masih Alami Tiga Tantangan AI

72 Persen Pemimpin IT Global Masih Alami Tiga Tantangan AI
Area Vice President Asia Confluent, Rully Moulany, Pada Sesi Media Peluncuran Data Streaming Report 2026/Dok Fortune IDN
Intinya Sih
  • Survei Confluent terhadap 4.625 pemimpin IT di 14 negara menemukan 72 persen menghadapi tantangan saat memperluas AI, terutama infrastruktur real-time, kualitas data, dan kepemilikan data terfragmentasi.
  • Sebanyak 72 persen responden menilai infrastruktur pemrosesan data real-time belum memadai, sementara 66 persen menyoroti asal-usul, ketepatan waktu, dan kualitas data; 65 persen menghadapi fragmentasi kepemilikan data.
  • Di Indonesia, 99 persen pemimpin IT memperkirakan data streaming meningkatkan dampak investasi AI, dan 98 persen memprioritaskannya di atas AI/ML untuk mempercepat adopsi perusahaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE Data Streaming Report 2026 dari Confluent menunjukkan hampir tiga perempat atau 72 persen pemimpin IT global mengalami tiga tantangan saat memperluas inisiatif AI pada bisnis masing-masing.

Kelompok responden pemimpin IT ini tersebar di 14 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Singapura, Spanyol, Uni Emirat Arab, Inggris Raya, Arab Saudi, dan Thailand.

Laporan yang melakukan survei terhadap 4.625 pemimpin IT global ini juga menjabarkan berbagai tantangan industri terkait AI berasal dari infrastruktur yang tidak memadai untuk pemrosesan data secara real-time (72 persen), ketidakpastian seputar asal-usul data, ketepatan waktu, dan kualitas data (66 persen), serta kepemilikan data yang terfragmentasi (65 persen).

“Sistem AI bergantung pada informasi yang terkini, akurat, dan kontekstual, tapi masih terlalu banyak sistem yang dibangun berdasarkan data yang terfragmentasi, proses batch dan infrastruktur yang tidak dirancang untuk kecerdasan berkelanjutan,” kata Chief Product Officer Confluent, Shaun Clowes, melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (29/7).

Sementara itu, secara spesifik kondisi ini juga lebih menonjol bagi pelaku bisnis di Indonesia. Terlepas dari hambatan-hambatan ini, para pemimpin IT Indonesia menunjukkan keyakinan terkuat terhadap data streaming sebagai solusi, dibandingkan negara lain yang disurvei. 

Area Vice President Asia Confluent, Rully Moulany, menyatakan sekitar 99 persen pemimpin IT di Indonesia yang termasuk dalam survei memperkirakan data streaming akan meningkatkan dampak investasi AI mereka.

Para responden itu meyakini teknologi platform data streaming dapat mempercepat adopsi AI perusahaan.

Data streaming juga telah menggeser AI sebagai prioritas strategis di Indonesia, dengan 98 persen pemimpin TI menempatkannya di atas solusi AI/ML.

“Organisasi-organisasi di Indonesia tidak kekurangan ambisi dalam hal AI, namun penelitian kami menunjukkan bahwa mereka terhambat oleh infrastruktur data yang tidak pernah dirancang untuk sistem real-time dan otonom,” kata Rully.

Dengan demikian, saat berbagai organisasi dunia lebih menerapkan inisiatif AI ke tahap produksi, fokus pemimpin IT mulai bergeser dari model dasar ke infrastruktur lanjutan yang diperlukan untuk menyediakan data yang tepat pada waktu yang tepat.

Share Article
Editorial Team

Latest in Tech

See More