Comscore Tracker
TECH

Mengintip Ekosistem Blockchain TokoVerse Besutan Tokocrypto

TokoVerse memperluas pemanfaatan teknologi blockchain.

Mengintip Ekosistem Blockchain TokoVerse Besutan TokocryptoTokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain, TokoVerse/Dok. Tokocrypto

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Tokocrypto mengenalkan ekosistem blockchain, TokoVerse, sebagai penegas komitmen ekspansi bisnis. Ekosistem ini  terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi masa depan untuk menciptakan industri aset kripto lebih terlegitimasi di Indonesia.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, melalui TokoVerse, Tokocrypto tidak mengambil posisi sebagai pedagang aset kripto, melainkan memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia dengan menghadirkan ekosistem blockchain yang berkelanjutan.

"TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto, di mana TKO, proyek kripto dengan token hybrid berkonsep CeDeFi menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem tersebut. TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan," katanya, dikutip dari Antara, Selasa (27/4).

Arah pengembangan TokoVerse

Konsep teknologi blockchain dengan rantai blok terenkripsi. Shutterstock/NicoElNino

Pengembangan platform TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari domain Decentralized Finance (DeFi), GameFi dan Non-fungible token (NFT). Ekosistem itu didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Indonesia.

"Pencapaian Tokocrypto sejak aplikasi kami diluncurkan empat tahun tahun lalu merupakan bukti kepercayaan nasabah, partner bisnis dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan," kata dia.

Pertumbuhan Tokocrypto sangatlah pesat. Dari 2020 hingga 2021, jumlah transaksi harian yang diproses dalam platform kami melesat 754 persen dan telah mencapai lebih dari 191 juta dolar AS yang setara Rp2,7 triliun,” kata dia.

Beberapa platform yang dihadirkan di ekosistem TokoVerse mencakup:

  • TKO (Toko Token)
  • Tokomall, marketplace NFT yang diluncurkan pada Agustus 2021;
  • Tokocare, platform inisiatif perusahaan dalam sektor corporate social responsibility (CSR);
  • Tokoscholars, platform edukasi terkait dengan kripto dan blockchain untuk meningkatkan literasi teknologi;
  • Kriptoversity, aplikasi edukasi yang berisi materi pembelajaran tentang aset kripto dan blockchain;
  • Tokolabs, program inkubator untuk mendukung proyek startup berbasis blockchain di Indonesia;
  • T-Launchpad, platform IDO multi-chain yang terdesentralisasi;
  • T-Hub, sarana dedicated space bagi masyarakat untuk belajar, berinteraksi, dan berkolaborasi antarkomunitas blockchain; serta
  • Tokonews, platform portal berita aggregator seputar perkembangan ekosistem kripto dan blockchain.

Ia menjelaskan, Tokocrypto saat ini memiliki 2,5 juta pengguna per Maret 2022. Angka tersebut naik sekitar 35 persen dari posisi akhir 2021 yaitu sekitar 2 juta pengguna. Sementara, itu dari sisi transaksi atau volume trading aset kripto selama kuartal I 2022 telah mencapai 47,9 juta dolar AS.

"Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, yang oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10-20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya," ujar Kai.

Pada Desember 2021, Tokocypto mengumumkan perolehan pendanaan dari Signum Capital. Selain untuk mengakselerasi kinerja platform, perusahaan memanfaatkan dana segar tersebut untuk memperluas pengaplikasian token TKO secara jangka panjang.

Related Articles