Pendapatan Cloud Naik 48%, Alphabet Gandakan Capex

- Alphabet akan tingkatkan belanja modal hingga dua kali lipat tahun ini, mencapai US$175 miliar hingga US$185 miliar.
- Peningkatan capex disebabkan oleh bisnis cloud Alphabet yang naik 48% menjadi US$17,7 miliar.
- Belanja modal akan dialokasikan untuk investasi dalam kapasitas komputasi AI dan memenuhi permintaan pelanggan cloud yang signifikan.
Jakarta, FORTUNE - Alphabet menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan belanja modal atau capital expenditure mereka hingga dua kali lipat tahun ini. Alphabet menyiapkan capex sebesar US$175 miliar hingga US$185 miliar tahun ini, naik dari US$91,45 miliar pada 2025.
Angka capex ini lebih tinggi dari perkiraan analis yakni US$115,26 miliar tahun ini. Berdasarkan laporan CNBC, pada Oktober 2025 lalu Alphabet memang memprediksi adanya peningkatan signifikan pada capex tahun 2026.
Melansir dari Reuters, peningkatan capex ini disebabkan oleh bisnis cloud Alphabet yang melonjak 48 persen menjadi US$17,7 miliar. Hal tersebut menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam lebih dari empat tahun.
“Kami mengalami kendala pasokan, meskipun kami telah meningkatkan kapasitas produksi. Jelas, pengeluaran modal kami tahun ini adalah untuk mengantisipasi masa depan,” ujar CEO Alphabet, Sundar Pichai, dikutip dari Reuters, Kamis (5/2).
Belanja modal (capex) yang direncanakan untuk tahun 2026 akan dialokasikan untuk berinvestasi dalam kapasitas komputasi AI untuk Google DeepMind dan untuk memenuhi permintaan pelanggan cloud yang signifikan serta investasi strategis.
“Sebagian besar belanja modal kami diinvestasikan dalam infrastruktur teknis, dengan sekitar 60 persen dari investasi tersebut dialokasikan untuk server dan 40% untuk pusat data dan peralatan jaringan pada kuartal keempat,” kata Kepala Keuangan Alphabet, Anat Ashkenazi, dilansir dari CNBC, Kamis (5/2).
Peluncuran model AI Gemini 3 Google pada bulan November mengubah narasi seputar Google sebagai perusahaan yang tertinggal dalam bidang AI.
Google Gemini AI kini memiliki 750 juta pengguna hingga saat ini, melonjak sekitar 100 juta dibandingkan capaian pada bulan November 2025. Pada kuartal IV 2025, total pendapatan perusahaan teknologi tersebut mencapai US$113,83 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$113,43 miliar.
















