Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

11 Talenta AI Tinggalkan Google, Mayoritas Berlabuh ke Microsoft

simon-ray-TICJQELFmg4-unsplash.jpg
ilustrasi Microsoft (Unsplash/Simon Ray)

Jakarta, FORTUNE - Sebanyak 11 eksekutif dan peneliti meninggalkan Google sepanjang 2025, dan sebagian besar dari mereka justru bergabung dengan Microsoft. Perpindahan ini banyak terjadi di lini kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan, meski Google pada saat yang sama juga merekrut talenta dari sesama raksasa teknologi global.

Berbeda dengan Apple, yang mayoritas kehilangan talenta AI ke Meta yang tahun ini agresif menggelontorkan dana besar untuk perekrutan, sebagian besar figur penting yang hengkang dari Google justru berakhir di Microsoft.

Melansir Business Insider, persaingan antara Google DeepMind dan unit AI Microsoft bahkan merepresentasikan rivalitas personal antara dua pendiri DeepMind yang kini berpisah jalan. Mustafa Suleyman, yang kini memimpin pengembangan AI konsumen di Microsoft, dan Demis Hassabis, CEO Google DeepMind saat ini, mendirikan DeepMind bersama peneliti Shane Legg pada 2010. Laboratorium riset tersebut tumbuh menjadi institusi berpengaruh hingga akhirnya diakuisisi Google dengan nilai lebih dari US$500 juta pada 2014.

Namun satu dekade kemudian, Suleyman meninggalkan Google dan mendirikan Inflection AI. Ia dan sebagian besar timnya kemudian diakuisisi Microsoft melalui skema “acqui-hire” senilai US$650 juta, yang mengantarkannya menjadi pemimpin AI di perusahaan tersebut.

Melansir Financial Times, persaingan memperebutkan talenta AI kian memanas, bahkan ketika pasar kerja Big Tech mulai melambat. Persaingan talenta turut menjadi ukuran kompetisi kemampuan inovasi antar perusahaan.

Talenta teratas yang berpengalaman mengembangkan sistem AI canggih menjadi aset strategis, memengaruhi kemampuan masing-masing perusahaan menghadirkan produk dan layanan unggulan. Pertarungan ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang siapa yang menguasai masa depan platform digital global, di mana AI menjadi komponen fundamental dari setiap layanan digital generasi berikutnya.

Berikut daftar talenta AI yang hengkang dari Google dan destinasi karier mereka selanjutnya.

Insinyur dan Ilmuwan

  • Amar Subramanya

Pada Juli, Subramanya meninggalkan posisinya sebagai Vice President of Engineering di Google setelah lebih dari 15 tahun berkarier. Ia bergabung dengan Microsoft sebagai Corporate Vice President of AI. Pada Desember, diumumkan bahwa ia juga akan bergabung dengan Apple.

  • Adam Sadovsky

Sadovsky menghabiskan hampir 18 tahun di Google sebagai Distinguished Software Engineer dan Senior Director, sebelum bergabung dengan Microsoft pada Juni sebagai Corporate Vice President di divisi AI.

  • Sonal Gupta

Sebelumnya merupakan Principal Engineer di Google DeepMind, Gupta kini bergabung dengan tim AI Microsoft sebagai staf teknis. Ia juga pernah bekerja di Meta sebelum berkarier di Google.

  • Steve Regini

Mantan kepala Global Customers Engineering Google ini kini menjabat Senior Vice President Global Solutions Engineering di SentinelOne, perusahaan keamanan siber berbasis AI.

  • Jonas Rothfuss

Peneliti di Google DeepMind ini meninggalkan perusahaan pada Mei dan bergabung dengan Microsoft sebagai staf teknis di tim AI.

Manajemen dan Eksekutif

  • Albert Lee

Lee sebelumnya menjabat Senior Director of Corporate Development untuk Google Cloud dan DeepMind. Ia dikenal berperan dalam berbagai akuisisi strategis Google, termasuk pembelian startup keamanan cloud Wiz senilai US$32 miliar pada Maret. Pada Desember, Lee bergabung dengan OpenAI sebagai Vice President of Corporate Development.

  • Tim Frank

Mantan Senior Director of Product Management Google yang menangani platform keterlibatan pengiklan dan pelanggan ini kini menjabat Corporate Vice President of AI Monetization di Microsoft.

  • Sunil Potti

Setelah lebih dari lima tahun memimpin bisnis keamanan Google Cloud sebagai General Manager, Potti hengkang pada Juni dan kemudian bergabung dengan firma modal ventura sebagai partner dengan fokus keamanan siber.

  • Brian Hall

Hall sempat menjadi sorotan pada 2020 ketika Amazon menggugatnya karena pindah dari Amazon ke Google. Pada September, ia meninggalkan jabatannya sebagai Vice President of Products di Google dan menyatakan di LinkedIn bahwa ia akan bekerja di bidang AI.

  • Dave Citron

Mantan Senior Director of Product di Google DeepMind ini bergabung dengan Microsoft pada Agustus sebagai Corporate Vice President di grup AI. Dalam unggahan LinkedIn, ia menyebut terkesan dengan “kecepatan, prinsip, dan kualitas produk Microsoft AI.”

  • Warren Barkley

Pada Agustus, Barkley meninggalkan posisinya sebagai Head of Product Google Cloud dan bergabung dengan Nvidia sebagai Vice President of Product Management.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Tech

See More

Ajang CES 2026, Raksasa Chip Pamer Prosesor AI Generasi Baru

06 Jan 2026, 10:25 WIBTech