Jumlah BTS XLSMART Naik 36% pada 2025, Tembus 225 Ribu Unit

- Jumlah BTS XLSMART naik 36% pada 2025, tembus 225 ribu unit
- Trafik layanan tumbuh 38% menjadi 14.566 petabyte, kecepatan download pelanggan meningkat hingga 83%
- Pendapatan perseroan mencapai Rp42,5 triliun atau naik 23%, laba bersih yang dinormalisasi meningkat 63% menjadi Rp3,0 triliun
JAKARTA, FORTUNE – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk mencatat peningkatan jumlah base transceiver station (BTS) sepanjang 2025 seiring proses integrasi jaringan pascamerger. Hingga akhir tahun 2025 total BTS perseroan mencapai lebih dari 225 ribu unit atau naik 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perseroan juga mencatat trafik layanan tumbuh 38 persen secara tahunan (YoY) menjadi 14.566 petabyte pada 2025.
Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan bahwa tahun 2025 menjadi awal penyelesaian merger yang menghasilkan sinergi nyata dan manfaat operasional signifikan. Proses integrasi dan konsolidasi yang ditargetkan selesai semester pertama 2026 dinilai membuahkan hasil positif.
Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan performa dan kualitas jaringan. Kecepatan download pelanggan XLSMART meningkat hingga 83 persen.
“Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan, kemudian target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (13/2).
Menurut Rajeev, konsolidasi jaringan menjadi basis untuk memperluas cakupan layanan, termasuk peluncuran 5G serentak di 33 kota/kabupaten di Indonesia.
Di akhir tahun 2025, total pelanggan XLSMART mencapai 73 juta pelanggan, dengan ARPU campuran (blended) sekitar Rp 39,5 ribu.
Sementara secara kuartal, pencapaian ARPU di kuartal empat 2025 mencapai Rp44,8 ribu meningkat dibandingkan periode kuartal sebelumnya yang mencapai Rp38,9 ribu.
Seiring ekspansi jaringan, kinerja keuangan XLSMART pada 2025 juga mencatat pertumbuhan. Pendapatan perseroan mencapai Rp42,5 triliun atau naik 23 persen YoY. Sementara laba bersih yang dinormalisasi meningkat 63 persen YoY menjadi Rp3,0 triliun.
Pada 2025, belanja modal mencapai sekitar Rp11,2 triliun. Tahun 2026, perseroan memproyeksikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp15 triliun.
Dari sisi beban biaya operasional, terjadi peningkatan biaya sebagai imbas dari proses integrasi yang dilakukan serta kegiatan operasional yang semakin luas pasca merger. Dari sisi finansial, merger berhasil merealisasikan sinergi US$250 juta di tahun pertama.
Saat ini dan kedepan, XLSMART terus fokus untuk meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.
















