Kaspersky Proyeksi Ancaman Siber di Sektor Otomotif Meningkat di 2026

- Kaspersky memproyeksikan ancaman siber terhadap industri otomotif akan meningkat pada 2026 seiring mobil modern yang kian terhubung secara digital.
- Serangan ransomware terhadap produsen mobil diperkirakan masih dominan, dengan target enkripsi sistem dan pencurian data pengguna serta pergerakan kendaraan.
- Perusahaan transportasi, logistik, hingga layanan car sharing menjadi sasaran pencurian data, gangguan operasional, hingga penguncian mobil jarak jauh secara massal untuk tebusan.
Jakarta, FORTUNE - Kaspersky memproyeksikan ancaman siber terhadap industri otomotif akan meningkat pada 2026 seiring mobil modern yang kian terhubung secara digital.
Serangan ransomware terhadap produsen mobil diperkirakan masih dominan, dengan target enkripsi sistem dan pencurian data pengguna serta pergerakan kendaraan.
Serangan rantai pasokan melalui peretasan kontraktor juga berpotensi mengganggu sistem kritis produsen dan memicu kerugian finansial.
Tujuan serangan tersebut adalah untuk mengenkripsi file, sistem, atau seluruh jaringan korban, sehingga tidak dapat diakses, agar penyerang kemudian dapat meminta pembayaran tebusan (biasanya dalam bentuk kripto) sebagai imbalan untuk memberikan kunci dekripsi atau memulihkan akses.
“Kebocoran baru (data pengguna rahasia dan pergerakan kendaraan) dari infrastruktur produsen mobil juga dapat terungkap,” ujar Kepala Riset dan Penilaian Kerentanan Kaspersky ICS CERT Artem Zinenko, dalam keterangan resmi, Rabu (11/2).
Di sisi lain, perusahaan transportasi, logistik, hingga layanan car sharing menjadi sasaran pencurian data, gangguan operasional, hingga penguncian mobil jarak jauh secara massal untuk tebusan.
“Penyerang dapat meretas sistem dari jarak jauh dan memanipulasi data pengiriman untuk mengirimkan kargo ke alamat tertentu untuk dijual kembali,” imbuhnya.
Kaspersky juga menyoroti risiko peretasan infrastruktur pengisian bahan bakar dan stasiun pengisian kendaraan listrik yang terhubung ke cloud. Penyerang berpotensi mencuri energi maupun data pelanggan.
Para ahli memperkirakan bahwa kerentanan baru yang digunakan untuk pencurian mobil akan ditemukan pada tahun 2026. Titik masuk dapat berupa antarmuka yang dapat diakses: bus CAN, port OBD, port Ethernet, modul NFC, chip Wi-Fi dan Bluetooth, hinggamodem LTE.
“Penting untuk dicatat bahwa beberapa produsen otomotif telah berfokus pada keamanan siber, yang sekaligus menunjukkan tingkat tanggung jawab tinggi dan secara aktif mempersiapkan diri untuk mengatasi berbagai ancaman,” tegasnya.
















