Adopsi QRIS Tap Melonjak, BI Dorong Integrasi di Ekosistem iOS

Menurut Bank Indonesia, transaksi QRIS Tap tembus Rp4,6 miliar hingga Januari 2026.
Transaksi paling sering digunakan untuk transportasi, ritel, restoran, dan hotel.
Fitur QRIS Tap baru tersedia di Android karena Apple belum membuka akses NFC untuk iPhone.
Jakarta, FORTUNE – Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya pertumbuhan signifikan pada penggunaan fitur QRIS Tap pada awal tahun ini. Hingga Januari 2026, nilai transaksi melalui mekanisme nirkabel ini telah menyentuh Rp4,6 miliar, atau tumbuh 6,4 persen secara bulanan (month-to-month/MtM).
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, memaparkan bahwa secara volume, aktivitas pembayaran menggunakan QRIS Tap telah mencapai 475.000 kali.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan penggunaan sebesar 7,9 persen (MtM) dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya.
Mayoritas transaksi terkonsentrasi pada sektor transportasi, ritel, restoran, hingga perhotelan.
“Ticket size transaksi ini memang berbeda, transportasi itu ticket size-nya sekitar Rp5.000 per transaksi. Sementara kalau untuk restoran atau ritel yang lain itu sekitar Rp70.000 per transaksi,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, dikutip Jumat (20/2).
Kendati mencatatkan performa impresif, ekosistem QRIS Tap saat ini masih terbatas pada pengguna smartphone berbasis Android. Para pengguna iPhone belum dapat memanfaatkan fitur ini lantaran Apple Inc. belum membuka izin akses sistem Near Field Communication (NFC) untuk keperluan pembayaran QRIS Tap di Indonesia.
Filianingsih menjelaskan raksasa teknologi asal Cupertino tersebut sejauh ini masih membatasi fungsi NFC hanya untuk layanan internalnya, yakni Apple Pay.
“Pengguna QRIS mohon bersabar untuk iPhone karena saat ini memang Apple belum membuka fitur NFC-nya. Dia [Apple] hanya membuka [NFC] untuk Apple Pay,” kata figur yang biasa disapa Fili itu.
Menyikapi keterbatasan tersebut, bank sentral telah menginisiasi diskusi dengan perwakilan Apple Indonesia maupun Apple Inc. di Amerika Serikat guna menjajaki pembukaan akses fitur tersebut.
Langkah ini merujuk pada kebijakan Apple di Uni Eropa yang telah memberikan ruang kolaborasi untuk membuka fitur NFC bagi pihak ketiga. BI yakin peluang serupa dapat diterapkan di pasar domestik guna memperluas jangkauan QRIS Tap.
Di sisi lain, performa QRIS secara keseluruhan tetap menunjukkan dominasi kuat. Penggunaan QRIS dengan metode QR Code konvensional tumbuh pesat hingga 131,47 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kinerja positif ini didorong oleh ekspansi agresif jumlah pengguna serta pertumbuhan merchant yang semakin besar di berbagai daerah.

















