Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Garap 200 MW Data Center, Dwimitra Bidik Ekspansi ke Malaysia-Vietnam
Chief Executive Officer Dwimitra, Ridwan Eddy dalam acara peringatan 25 tahun perusahaan di Fairmont Hotel Jakarta. (Dok. Dwimitra)
  • Dwimitra menargetkan ekspansi layanan pusat data ke Malaysia, Thailand, dan Vietnam, berbekal pengalaman proyek berkapasitas total 200 MW di Indonesia serta kemitraan dengan Listenlights dari India.
  • Pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, AI, dan kebutuhan penyimpanan data mendorong pembangunan pusat data, namun perusahaan nasional menghadapi persaingan kontraktor internasional yang lebih unggul dalam teknologi dan efisiensi.
  • Dwimitra memakai AI, otomasi, dan manajemen proyek digital untuk memantau pekerjaan real-time; PLN mencatat 153 pelanggan pusat data berdaya sekitar 2.000 MVA dan mendukung pasokan energi hijau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Dwimitra Ekatama Mandiri (Dwimitra) membidik ekspansi bisnis ke pasar data center Asia Tenggara seiring rekam jejaknya menggarap berbagai proyek pusat data di Indonesia dengan total kapasitas mencapai 200 megawatt (MW). Memasuki usia 25 tahun, perusahaan penyedia layanan mechanical, electrical, plumbing (MEP) dan konsultasi pusat data ini menargetkan peningkatan skala bisnis ke sejumlah negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

CEO Dwimitra, Ridwan Eddy, mengatakan langkah menuju pasar regional telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir melalui kemitraan strategis dengan Listenlights Pvt. Ltd., perusahaan penyedia layanan MEP asal India yang berpengalaman lebih dari empat dekade.

“Ke depan, kami juga berencana melakukan ekspansi di level ASEAN,” ujar Ridwan dalam keterangannya, Jumat (28/8).

Menurut Ridwan, peluang ekspansi terbuka seiring kian strategisnya posisi Indonesia dalam industri pusat data regional. Pertumbuhan ekonomi digital, cloud computing, artificial intelligence (AI), serta lonjakan kebutuhan penyimpanan data terus memicu pembangunan infrastruktur pusat data secara masif.

Namun, ia menggarisbawahi masuknya arus investasi global turut memperketat peta persaingan. Perusahaan nasional kini berhadapan langsung dengan kontraktor internasional yang unggul dari sisi teknologi, skala produksi, hingga efisiensi operasional.

“Indonesia bukan hanya menjadi tujuan investor data center, tetapi juga menarik perusahaan kontraktor internasional. Karena itu, yang perlu kita bangun adalah bagaimana sumber daya dan perusahaan Indonesia memiliki kapabilitas untuk tetap kompetitif dan menjadi bagian penting dari industri ini,” ujarnya.

Guna menjawab tantangan tersebut, Dwimitra mulai menerapkan AI, otomasi, dan digital project management guna memantau ribuan tenaga kerja, progres pekerjaan, hingga tingkat produktivitas di lapangan secara real-time.

“Dengan jumlah pekerja yang bisa mencapai ribuan orang di lapangan, kita tidak bisa hanya bergantung pada proses manual. Sistem membantu memberikan reminder dan dashboard agar kita memahami apa yang terjadi di lapangan dan dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat,” kata Ridwan.

Pesatnya pertumbuhan industri ini juga dikonfirmasi oleh penyedia pasokan listrik nasional. Vice President Priority Account Executive Swasta dan Bisnis PT PLN (Persero), Fauzi Arubusman, menyampaikan lonjakan pembangunan pusat data berimbas langsung pada kenaikan konsumsi daya. Saat ini, sektor pusat data telah masuk dalam 10 besar segmen usaha dengan konsumsi listrik terbesar di Indonesia.

PLN telah melayani 153 pelanggan pusat data dengan total daya terpasang sekitar 2.000 MVA, dengan 137 pelanggan berlokasi di wilayah Jawa-Bali.

“Dwimitra sendiri telah terlibat dalam berbagai pembangunan proyek data center sejak 2007 dengan total kapasitas sekitar 200 MW,” kata Fauzi.

Fauzi menegaskan PLN terus mendukung pertumbuhan industri tersebut melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang andal, termasuk pemenuhan pasokan energi hijau (green energy) yang kian menjadi perhatian utama bagi pelaku industri data center.

Curated For You

Editorial Team

Related Article