Comscore Tracker
TECH

Raih Dana Rp1,6 Triliun, Pintu Bakal Perluas Fitur Investasi Kripto

Pintu terdaftar dan berlisensi resmi oleh Bappebti.

Raih Dana Rp1,6 Triliun, Pintu Bakal Perluas Fitur Investasi KriptoIlustrasi perdagangan aset kripto. Shutterstock/Irina Budanova

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Pintu Kemana Saja mengumumkan telah berhasil mengantongi pendanaan seri B senilai US$113 juta atau Rp1,6 triliun dari sejumlah investor, yakni Intudo Ventures, Lightspeed, Northstar Group, dan Pantera Capital. Platform jual beli dan investasi ini akan memperluas fitur investasi aset kripto.

Menurut Founder & CEO Pintu, Jeth Soetoyo, perusahaan akan menawarkan lebih banyak fitur serta menginisiasi berbagai strategi demi memperluas aset kripto di masyarakat. Perusahaan, kata dia, berkomitmen pula untuk memberikan pengalaman terbaik dalam berinvestasi.

“Kami juga memberikan apresiasi yang tinggi bagi pengguna Pintu yang terus mendukung dan membantu untuk mewujudkan visi kami,” kata Jeth, dalam keterangan kepada media, Selasa (7/6).

Pintu merupakan platform investasi kripto yang dibentuk pada 2020, kata Jeth. Perusahaan tersebut mengeklaim jumlah pengguna aplikasinya telah mencapai 4 juta pengguna.

Menurutnya, perusahaan menawarkan lebih dari 50 aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum. Aplikasi Pintu, kata dia, dirancang khusus untuk investor pemula dengan mobile app yang intuitif serta berbagai fitur unggulan seperti keamanan tingkat tinggi dan fitur edukasi Pintu Academy.

Di ranah pengalaman investasi, Pintu menyediakan sejumlah fitur baru, seperti Pintu Earn dan Pintu Staking. Selain itu, untuk memberikan kemudahan kemudahan dalam melakukan deposit dan penarikan, aplikasi tersebut menyediakan banyak ragam pembayaran, mulai dari rekening bank sampai e-wallet.

Pasar aset kripto

Ilustrasi pertemuan bisnis tentang keputusan investasi untuk bitcoin. Shutterstock/Morrowind

Dalam beberapa tahun terakhir, investor aset kripto Indonesia tumbuh secara signifikan, menurut Jeth. Dia mengutip data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang menunjukkan jumlah investor kripto mencapai 12,4 juta orang, dan melampaui investor saham sebesar 7 juta juta orang.

Dengan kata lain, penetrasi investor aset kripto di Indonesia baru mencapai 4 persen dari total populasi. Kondisi ini menyiratkan akan potensi pertumbuhan yang masih luas. Pun demikian, pertumbuhan positif ini dianggap akibat sejumlah faktor, seperti kejelasan regulasi dan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap aset kripto.

Melalui putaran pendanaan ini, menurutnya, Pintu berencana untuk memperkuat posisi sebagai platform aset kripto terkemuka di Indonesia. Itu dilakukan dengan meluncurkan fitur baru, menambah token-token yang diperdagangkan, mendukung teknologi blockchain, dan menghadirkan berbagai produk-produk baru.

Selain itu, perusahaan sama akan berinvestasi secara besar-besaran di program edukasi Pintu Academy. “Kami percaya bahwa adopsi aset kripto di Indonesia baru memasuki tahap awal, dan mengedukasi masyarakat merupakan fundamental yang sangat penting untuk memastikan pertumbuhan ini berjalan dengan cara yang sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Founding Partner Intudo Ventures, Patrik Yip, menganggap pintu telah identik dengan investasi aset kripto di Indonesia. Menurutnya, platform aplikasi ini sanggup mengadopsi model aplikasi yang ramah pengguna serta menjawab secara spesifik kebutuhan dan kebiasaan investor kripto Indonesia.

Related Articles