Comscore Tracker
TECH

Saham Teknologi AS Jeblok, Harta Pendirinya Kontan Menyusut

Mark Zuckerberg jadi miliarder paling menderita.

Saham Teknologi AS Jeblok, Harta Pendirinya Kontan MenyusutIlustrasi CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Wikimedia Commons)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Sektor teknologi Amerika Serikat sempat mengalami masa-masa cemerlang dengan harga saham terus mengalami penguatan dalam beberapa tahun belakangan. Situasi itu berujung pada harta kekayaan para pendiri raksasa teknologi AS yang memuncak.

Namun, melansir Fortune.com, Selasa (1/11), “pesta” para pendiri teknologi itu tampaknya telah usai. Seiring kinerja yang suram dan kemelorotan harga saham perusahaan, sejumlah miliader teknologi AS agaknya mesti menerima fakta bahwa kekayaannya menyusut.

Mark Zuckerberg mungkin miliarder yang paling menderita. Menurut data dari Bloomberg, kekayaan bersih pendiri Meta Platforms Inc., perusahaan induk dari Instagram, Facebook, dan Whatsapp ini hanya mencapai US$38,1 miliar, atau turun dari 73 persen dari puncak hartanya yang US$142 miliar pada September 2021.

Dengan kata lain, Zuckerberg telah kehilangan lebih dari US$100 miliar dalam waktu hanya 13 bulan.

Menurut data sama, Zuckerberg kini hanya berada pada urutan ke-23 dalam Daftar Miliarder Bloomberg.

Dikutip dari The Strait Times, Meta mengalami penurunan bisnis karena perusahaan bertaruh untuk membangun teknologi metaverse dalam jangka panjang.

Meta, yang telah menghadapi stagnasi jumlah pengguna dan pemotongan anggaran iklan, menyatakan labanya pada kuartal ketiga tahun ini telah menyusut lebih dari 30 persen dalam setahun. Perusahaan lantas menyampaikan rencana untuk melakukan perubahan secara signifikan demi meningkatkan efisiensi.

Dalam konferensi pers kinerja, Zuckerberg mengakui bahwa perusahaan menavigasi "beberapa dinamika yang menantang".

Kekayaan bersih

Ilustrasi orang ultra kaya.

Sementara, harta bersih Jeff Bezos, CEO dan pendiri Amazon, saat ini berkisar US$111 miliar, atau melorot lebih dari 50 persen dari puncak kekayaannya yang mencapai US$214 miliar pada Juli tahun lalu.

Dalam laporan keuangan yang baru-baru ini dirilis, Amazon mengatakan perusahaan masih belum bisa memperkirakan tingkat konsumsi masyarakat saat ini. Di sisi lain, saham Amazon terkoreksi karena laporan pendapatan kuartal mereka yang telah mengecewakan investor, demikian The Strait Times.

Penurunan kekayaan bersih juga dialami oleh Changpeng Zhao, Kepala Eksekutif Binance, perusahaan pertukaran aset kripto. Tahun lalu, kekayaan pria tersebut mencapai US$100 miliar. Namun, kini hanya US$23,6 miliar, atau turun 75,4 persen ketimbang sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai berkenaan dengan kondisi pasar aset kripto yang lesu. Buktinya, harga Bitcoin saat ini turun 70 persen dari level tertingginya sepanjang masa.

Terakhir, Elon Musk, CEO Tesla dan pemilik baru Twitter, yang juga mengalami nasib sama. Orang terkaya di dunia itu telah kehilangan harta mencapai lebih dari US$100 miliar dalam 12 bulan terakhir.

Koreksi saham Tesla yang mencapai 43,7 persen pada tahun ini, serta proses akuisisi terhadap Twitter yang rumit dan berlangsung selama sembilan bulan ditengarai menjadi penyebabnya.

Selain pendiri saham teknologi, 100 orang terkaya di dunia secara keseluruhan telah kehilangan hampir $953 miliar kekayaan bersihnya sepanjang tahun ini.

Related Articles