Jakarta, FORTUNE - Sejumlah pemerintah kota di berbagai negara mulai membekukan, membatasi, bahkan melarang pembangunan data center baru.
Melansir laman Reuters, langkah tersebut ditempuh seiring meningkatnya kekhawatiran akan kenaikan biaya listrik, tekanan terhadap pasokan air, kelangkaan lahan, serta beban yang ditanggung masyarakat setempat akibat infrastruktur penopang lonjakan AI.
Di Amerika Serikat misalnya, sejumlah kota da negara bagian telah menerapkan atau tengah menyiapkan pembatasan pembangunan data center.
“New York menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menerapkan moratorium penuh terhadap pembangunan data center,” demikian laporan Reuters, dikutip Rabu (19/8).
Gubernur New York Kathy Hochul memberlakukan moratorium pembangunan data center selama satu tahun untuk fasilitas yang membutuhkan daya listrik 50 megawatt (MW) atau lebih.
Selama masa moratorium, Departemen Konservasi Lingkungan New York tidak akan menerbitkan izin diskresioner baru, sembari pemerintah menyusun standar untuk menilai dampak lingkungan dari pembangunan data center.
Sementara du Monterey Park, California, sejumlah warganya memberikan suara terkait pelarangan pembangunan data center secara permanen pada Juni 2026. Monterey Park menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan larangan tersebut melalui pemungutan suara warga.
“Keputusan itu diambil setelah muncul penolakan masyarakat terhadap rencana pembangunan sebuah fasilitas data center di wilayah tersebut,” tulis Reuters.
Aksi lainnya dilakukan Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan perusahaan yang membangun data center AI di negara bagian tersebut memenuhi standar lingkungan dan transparansi, sekaligus memperoleh persetujuan dari masyarakat setempat.
Perintah yang berlaku segera itu mengeluarkan seluruh data center dari program perizinan Fast Track. Selain itu, kantor atau lembaga di bawah kewenangan Shapiro dilarang menandatangani perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement/NDA) dengan pengembang data center.
Sementara di Texas, Gubernur Texas Greg Abbott memerintahkan penghentian sementara persetujuan proyek data center baru melalui proses interkoneksi jaringan listrik negara bagian.
Kebijakan tersebut dipicu kekhawatiran pembangunan data center dapat memicu lonjakan pemakaian listrik dan mengancam keandalan jaringan listrik, di saat penolakan masyarakat terhadap proyek-proyek tersebut semakin meningkat.
Berdasarkan arahan Abbott, pengembang wajib memberikan informasi lebih lengkap mengenai kebutuhan listrik, penggunaan air, insentif pajak, struktur kepemilikan, serta langkah-langkah untuk mengurangi dampak proyek terhadap masyarakat sekitar.
Selain Amerika Serikat, berikut daftar kota dan negara yang mulai melakukan pembatasan pembatasan pembangunan pusat data dan alasannya.
