Transaksi Digital Tumbuh Pesat, Jalin Gandeng BACenter Pacu Inovasi Sistem Pembayaran

- Jalin dan BACenter berkolaborasi mendorong inovasi sistem pembayaran nasional, di tengah transaksi digital Indonesia yang mencapai 16,07 miliar pada semester I-2026, tumbuh 36,88 persen secara tahunan.
- Kemitraan berfokus pada digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, serta perluasan inklusi keuangan.
- Jalin dan BACenter menggabungkan riset kebijakan, teknologi, serta jaringan pembayaran untuk mengembangkan dan menguji implementasi program strategis pemerintah melalui model dan proyek percontohan.
Jakarta, FORTUNE – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) bergandengan tangan dengan Bina Astacita Center (BACenter) guna memacu inovasi sistem pembayaran nasional dan mendukung agenda strategis pemerintah. Kolaborasi ini dijalankan di tengah pesatnya volume transaksi digital Indonesia yang dicatat Bank Indonesia, yang mencapai 16,07 miliar transaksi pada semester I-2026, atau tumbuh 36,88 persen secara tahunan (YoY).
Sinergi antara Jalin dan lembaga kajian milik mantan Gubernur Bank Indonesia (2003-2008) Burhanuddin Abdullah ini diarahkan untuk menopang berbagai program strategis pemerintah. Fokus kemitraan mencakup digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, hingga perluasan inklusi keuangan.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, menyatakan pengembangan sistem pembayaran pemerintah harus melampaui penyediaan infrastruktur teknologi semata.
“Pengembangan sistem pembayaran pemerintah tidak dapat hanya dimulai dari teknologi atau produk. Kita perlu memahami kebutuhan masyarakat, tujuan kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta dampak ekonomi dan sosial yang ingin dicapai,” katanya melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (7/8).
Burhanuddin menyatakan luasnya penggunaan sistem pembayaran telah menjadikan teknologi sebagai bagian dari hajat hidup orang banyak, sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (2) UUD 1945. Karena itu, perancangan kebijakan dan layanan sistem pembayaran perlu berlandaskan data, bukti empiris, serta pemahaman komprehensif terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
“BACenter memiliki kapabilitas dalam riset dan analisis kebijakan, sementara Jalin memiliki pengalaman, teknologi, dan jaringan di dalam sistem pembayaran nasional,” ujar Burhanuddin.
Ia menambahkan, kombinasi kompetensi kedua institusi membuka peluang agar hasil kajian dapat dikembangkan dan diuji melalui model implementasi maupun proyek percontohan. Dengan demikian, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program strategis pemerintah sekaligus memperluas manfaat digitalisasi bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis Jalin dalam kapasitasnya sebagai Penyelenggara Infrastruktur Sistem Pembayaran (PIP) Sistemik. Saat ini, Jalin mengelola jaringan “Link” dan ATM Link, serta menghubungkan lebih dari 105 lembaga perbankan dan fintech melalui layanan switching dan pemrosesan pembayaran digital terintegrasi, meliputi ATM, CRM, Debit, QRIS, internet banking, hingga mobile banking.
Total volume transaksi digital 16,07 miliar pada semester I-2026 tersebut mencakup transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS.


















