Jakarta, FORTUNE – Nilai pasar smartphone global mencatat rekor baru pada kuartal II-2026 meski volume pengiriman perangkat masih mengalami penurunan. Pertumbuhan industri kini semakin ditopang oleh meningkatnya penjualan ponsel premium dan kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP), bukan lagi dari pertumbuhan unit yang terjual.
Mengutip laporan Counterpoint Research, Kamis (6/8), pendapatan industri smartphone dunia mencapai US$109 miliar pada kuartal II-2026, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, ASP global naik 17 persen secara tahunan menjadi US$400, sekaligus menjadi level tertinggi yang pernah tercatat untuk kuartal kedua.
Kenaikan harga tersebut didorong meningkatnya biaya komponen serta strategi produsen yang semakin berfokus pada perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi dan kapasitas penyimpanan yang lebih besar.
Senior Analyst Counterpoint Research, Shilpi Jain, menilai sumber pertumbuhan industri smartphone kini telah bergeser. "Pertumbuhan tidak lagi ditopang volume penjualan, melainkan nilai transaksi melalui perangkat premium dan kenaikan harga," ujarnya dalam laporan tersebut.
