Jakarta, FORTUNE - Industri penerbangan semakin mengandalkan transformasi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah tingginya tekanan biaya dan perubahan perilaku pelanggan. Salah satu teknologi yang kini banyak diadopsi maskapai adalah sistem enterprise resource planning (ERP) berbasis cloud guna mengintegrasikan proses bisnis dan operasional secara real time.
Tren tersebut juga ditempuh Garuda Indonesia yang mulai memodernisasi sistem inti perusahaan melalui implementasi RISE with SAP. Langkah ini dilakukan untuk menyatukan sistem yang sebelumnya terfragmentasi sekaligus memperkuat efisiensi operasional maskapai.
Dalam industri penerbangan, sistem ERP berbasis cloud digunakan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi penting, mulai dari keuangan, pengadaan, rantai pasok, hingga pengelolaan aset dan perawatan armada. Teknologi ini juga membantu maskapai meningkatkan visibilitas operasional sekaligus mempercepat pengambilan keputusan di tengah dinamika bisnis yang berubah cepat.
“Kolaborasi dengan SAP ini merupakan bagian penting dari upaya kami untuk memperkuat proses bisnis melalui transformasi digital,” ujar Thomas Oentoro, Wakil CEO Garuda Indonesia," dalam keterangan resmi, Senin (25/5).
“Dengan memodernisasi inti perusahaan kami, kami membangun organisasi yang lebih terhubung, tangkas, dan disiplin, serta lebih siap dalam mengelola biaya dan merespons lingkungan operasional yang dinamis,” katanya, menambakan.
Melalui implementasi tersebut, Garuda Indonesia mengintegrasikan sejumlah proses inti perusahaan di area keuangan, pengadaan, rantai pasok, serta operasional terkait pelanggan ke dalam SAP Cloud ERP Private. Sistem tersebut dirancang untuk menyederhanakan fungsi back-office, termasuk alur kerja record-to-report, sekaligus memperkuat kemampuan analitik dan otomatisasi operasional.
Selain itu, transformasi digital di sektor penerbangan juga semakin diarahkan pada penggunaan otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional maskapai. Teknologi tersebut dinilai penting untuk membantu perusahaan merespons perubahan permintaan pasar secara lebih cepat.
Managing Director SAP Indonesia, Sianto Wongjoyo, mengatakan fondasi digital modern kini menjadi kebutuhan penting di industri penerbangan yang menghadapi kompleksitas operasional semakin tinggi. “Di tengah meningkatnya kompleksitas operasional dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang di industri penerbangan, fondasi digital modern menjadi kebutuhan yang sangat penting. Dalam hal ini, fondasi yang kuat untuk menyederhanakan operasional dan meningkatkan transparansi,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi tersebut juga membuka jalan menuju autonomous enterprise, ketika otomatisasi berbasis AI dapat membantu operasional menjadi lebih efisien dan adaptif. Selain memperkuat sistem operasional, implementasi cloud ERP tersebut juga disebut akan mendukung pengelolaan maintenance dan aset perusahaan seiring upaya Garuda Indonesia meningkatkan kesiapan armada dan kapasitas operasionalnya.
