Jakarta,FORTUNE – Mobile banking milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mengalami pertumbuhan dari sisi transaksi dan pengguna hingga mendorong kinerja bisnis pendapatan perseroan. Hingga akhir Juni 2026, Wondr BNI telah digunakan oleh 15,1 juta pengguna, dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan. Raihan ini tentunya menyokong pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI) BNI yang mampu tembus Rp9 triliun atau meningkat 14,2 persen (YoY) pada semester I-2026.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perkembangan ini menunjukkan bahwa layanan finansial digital semakin melekat dalam keseharian masyarakat, termasuk generasi muda. "Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat,” kata Putrama melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (12/8).
Ia menyatakan, pertumbuhan transaksi Wondr sejalan dengan semakin luasnya penggunaan layanan pembayaran digital di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi BI-FAST pada triwulan II-2026 mencapai 1,529 miliar transaksi secara nasional, meningkat 38,09 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun. Pada periode yang sama, volume transaksi melalui QRIS juga tumbuh 100,12 persen secara tahunan, didorong oleh bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
Putrama menambahkan, pengembangan Wondr menjadi bagian strategi penguatan kapabilitas digital untuk meningkatkan produktivitas, memperkokoh fundamental bisnis, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Ke depannya, lanjut Putrama, pengembangan Wondr akan diarahkan untuk menghadirkan layanan yang semakin relevan berlandaskan investasi teknologi yang mumpuni. Ia memandang mobile banking BNI dapat terus mencukupi tiga dimensi kebutuhan finansial masyarakat.
Pertama dimensi transaksi untuk kebutuhan QRIS, tarik tunai tanpa kartu, transfer ke luar negeri, hingga pembelian tiket kereta api, dan tiket konser. Kedua, dimensi insight pengelolaan uang yang memantau pemasukan dan pengeluaran berdasarkan aktivitas keuangan. Serta yang terakhir dimensi growth dengan menghadirkan inovasi layanan investasi.
