Jakarta, FORTUNE - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membidik agar proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) selesai dan beroperasi pada paruh kedua 2029.
Head of Investor Relations AKR Corporindo, Ignatius Teguh Prayoga, mengatakan, sebelumnya perseroan telah menandatangani perjanjian kerja sama (joint venture/JV) dengan BW FSRU VII. Selain itu, AKRA juga sudah meneken kontrak pembangunan kapal dengan HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. di Ulsan, Korea Selatan.
"Kurang lebih investasinya sekitar US$400 juta sampai US$450 juta di JV level," kata Yoga dalam Paparan Publik AKRA, Selasa (8/9).
Proyek FSRU itu memiliki kapasitas sebesar 170.000 meter kubik. Sementara kapasitas LNG terminalnya mencapai 4 MTPA.
Direktur Utama AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, mengatakan, perseroan bakal mengintegrasikan rangkaian kebutuhan penyewa (tenant) di Kawasan Industri JIIPE, Gresik. Itu juga termasuk pasokan gas dan LNG yang perseroan sedang siapkan.
Kawasan tersebut kini kian berkontribusi kinerja keuangan konsolidasi. Sejak 2015 sampai semester-I 2026, penjualan dan penyewaan tanah di JIIPE telah mencapai 500 hektare. Hasilnya, kawasan itu berkontribusi dari 4 persen pada semester-I 2025, menjadi 6 persen pada periode yang sama di tahun ini. Kontribusi segmen bisnis tersebut terhadap laba kotor pun meningkat menjadi 26 persen dari sebelumnya 19 persen.
Salah satu katalisnya adalah status Kawasan Ekonomi Khusus. "[Status itu] juga memberikan berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal. Seiring dengan bertambahnya tenant yang beroperasi, penggunaan utilitas dan aktivitas pelabuhan juga meningkat, sehingga ini menciptakan suatu hubungan bisnis dan pendapatan berulang bagi perseroan," kata Haryanto.
Lebih lanjut, ROE dan ROA pada paruh pertama 2026 mempertahankan tren profitabilitas baru di kisaran 20–22 persen untuk ROE dan 7–8 persen untuk ROA, seiring meningkatnya kontribusi JIIPE yang didukung oleh usaha-usaha lainnya. Hal ini didukung oleh diversifikasi bisnis dan pelaksanaan operasional yang tangguh, yang didukung oleh infrastruktur terintegrasi.
