APLN Jual Mall di Sumatera Utara, Ini Alasannya

- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjual pusat perbelanjaan Deli Park di Medan, Sumatra Utara kepada PT DPM Assets Indonesia.
- Penjualan mall ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.
- Hingga kuartal III 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun dengan laba komprehensif kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp28,21 miliar.
Jakarta, FORTUNE - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), emiten pengembangan, pengelolaan dan penyewaan properti terpadu melalui anak usahanya, PT Sinar Menara Deli (SDM) menjual pusat perbelanjaan (Mall) Deli Park , berlokasi di Medan, Sumatra Utara kepada PT DPM Assets Indonesia.
Noer Indradjaja, Wakil Direktur Utama Agung Podomoro Land mengatakan, SMD selaku entitas anak terkendali perseroan telah menyelesaikan penjualan Mall milik SMD kepada DPMAI melalui penandatanganan akta-akta jual beli di hadapan Shandi Izhandr di Medan pada 8 Januari 2026 . Meski demikian, perusahaan tidak mengungkap besaran nilai transaksi tersebut.
Perusahaan mengatakan, transaksi tidak memiliki dampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan.
"Adapun, keuntungan finansial yang diperoleh perseroan dari transaksi penjualan mall ini akan dibagikan oleh SMD kepada perseroan sebagai dividen untuk kemudian digunakan kembali oleh perseroan untuk pembayaran kembali atas sebagian utang kepada pemberi pinjaman berdasarkan perjanjian kredit," katanya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/1).
Hingga kuartal III 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,64 triliun, terkoreksi 4,7 persen dibandingkan Rp2,77 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada periode yang sama, pengakuan penjualan naik menjadi Rp1,65 triliun, atau tumbuh 1,2 persen dibandingkan kuartal III 2024 sebesar Rp1,63 triliun. Sementara itu, pendapatan berulang dari sektor perhotelan dan mal sebesar Rp988,8 miliar, turun 13,3 persen dari Rp1,14 triliun. Adapun, laba komprehensif kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp28,21 miliar.
Kinerja perusahaan pada tahun ini mengalami koreksi tipis akibat penjualan hotel Pullman Ciawi Vimala Hills pada akhir 2024. Namun demikian, penjualan aset dengan value tinggi tersebut mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan, terutama dengan adanya percepatan pelunasan utang. Sehingga beban bunga APLN pada di Kuartal III-2025 turun hampir 38 persen menjadi sebesar Rp311,37 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp502,55 miliar.
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, APLN terus menjalankan strategi adaptif dan mendorong efisiensi di berbagai lini bisnis. Berbagai langkah penting dilakukan untuk menjaga penjualan properti tetap bertumbuh di tengah kondisi ekonomi yang melambat dan daya beli yang menurun.
“Di tengah tekanan yang dialami pasar properti nasional, kinerja APLN tetap berada pada level yang solid dengan minat konsumen yang terus terjaga terhadap produk hunian kami. Bisnis mall dan hotel juga memberikan pendapatan berulang yang tetap positif,” ujar Justini dalam keterangan resminya pada Rabu (26/11).
Menurut Justini, marketing sales APLN hingga September 2025 tercatat Rp1,24 triliun. Kontribusi terbesar tetap berasal dari segmen rumah tapak, yang menunjukkan daya serap kuat melalui proyek-proyek seperti Podomoro Park Bandung, Bukit Podomoro Jakarta, dan Podomoro Golf View. Permintaan terhadap hunian tapak juga terus bergerak positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan ruang tinggal yang lebih fungsional, nyaman, dan dan bernilai investasi jangka panjang.
















