WIKA Raih Kontrak Baru, Garap Pembangunan Sekolah Senilai Rp290,9 M

- PT Wijaya Karya (WIKA) memperoleh kontrak baru senilai Rp290,9 miliar untuk membangun SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara bersama anak usahanya, WEGE, melalui skema kerja sama operasi.
- Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas pendidikan lengkap seperti ruang kelas, balairung, teater seni, masjid, sarana olahraga, asrama siswa, apartemen staf, dan rumah dinas bagi tenaga pendidik.
- WIKA menegaskan proyek ini sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pendidikan dan pengembangan SDM unggul di wilayah perbatasan, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia maju.
Jakarta, FORTUNE - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih kontrak baru senilai Rp290,9 miliar pembangunan SMA Unggul Garuda di Kalimantan Utara.
Dalam proyek ini, WIKA bekerja sama dengan anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), yang tergabung dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO).
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menilai proyek ini menegaskan dukungan perseroan dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Proyek ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.
"“Perolehan proyek SMA Unggul Garuda ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas WIKA. Kami berkomitmen menyelesaikan pembangunan tepat waktu, dengan standar mutu terbaik," demikian ujar Agung BW, dikutip dari siaran pers, Jumat (20/2).
Adapun, fasilitas yang akan dibangun meliputi bangunan akademik, ruang kelas, balairung serbaguna, teater seni dan pertunjukan, masjid, serta sarana olahraga berupa lapangan sepak bola.
Kawasan tersebut juga akan dilengkapi hunian pendukung berupa asrama siswa (Graha Putra dan Graha Putri), apartemen staf, 29 pasang rumah dinas tipe I, serta rumah khusus bagi kepala sekolah dan tamu.
WIKA berharap kehadiran SMA Unggul Garuda menjadi pusat pendidikan sains dan teknologi yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul serta memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan.
Proyek ini juga disebut sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan pendidikan, penguasaan sains, dan pemerataan pembangunan sebagai fondasi menuju Indonesia maju.
Pada tahun lalu dalam paparan publik perseroan, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyatakan target kontrak baru yang dihimpun pada 2026 diatas Rp20 triliun.
Sementara itu, per Januari 2026, WIKa sudah meraih kontrak baru sebesar Rp724 miliar. Capaian tersebut berasal dari berbagai lini bisnis, termasuk anak perusahaan.
Pada pertengahan tahun ini, WIKA diisukan merger dengan BUMN karya lainnya. Maka dari itu, perseroan berupaya menjaga kinerja operasional dan meningkatkan tata kelola guna mendukung penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan. Sehingga merger nantinya bisa berjalan lancar, sesuai target yang ditentukan, serta relevan dengan kebijakan stakeholder.


















