- Properti: PT Lippo Karawaci Tbk, Puri Mall, Kemang Village, dan Meikarta.
- Ritel: Matahari Department Store, Hypermart, Timezone, Books & Beyond, Boston, Foodmart.
- Perhotelan dan rekreasi: Aryaduta Hotels.
- Layanan kesehatan: PT Siloam International Hospitals Tbk.
- Pendidikan: Yayasan Pelita Harapan (Universitas Pelita Harapan).
- Media, teknologi, dan telekomunikasi: BeritaSatu Media Group dan First Media.
- Jasa keuangan: Bank Nobu.
- Investasi global: OUE Hospitality Real Estate Investment Trust.
Profil dan Kekayaan Mochtar Riady, Pendiri Lippo Group

Mochtar Riady, pendiri Lippo Group asal Malang, memulai karier bisnisnya dari toko sepeda sebelum sukses membangun kerajaan usaha di berbagai sektor.
Ia dikenal sebagai tokoh penting dalam industri perbankan Indonesia, berhasil menyelamatkan dan mengembangkan sejumlah bank besar sejak era 1960-an hingga krisis 1997.
Kekayaan Mochtar Riady dan keluarganya mencapai sekitar Rp40,3 triliun pada 2026, menempatkannya di jajaran 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes pada 2025
Jakarta, FORTUNE – Nama Mochtar Riady tengah menjadi sorotan publik karena berencana menjual gedung One Raffles Place di Singapura yang nilainya mencapai miliaran dolar.
Dalam dunia bisnis, Mochtar Riady dikenal sebagai seorang pebisnis sukses dan pendiri Lippo Group. Ia termasuk sebagai salah satu pengusaha yang masuk ke dalam jajaran orang terkaya di Indonesia.
Ingin tahu seperti apa profil Mochtar Riady? Berikut profil, daftar bisnis, dan kekayaan Mochtar Riady yang menarik diketahui.
Table of Content
Profil Mochtar Riady
Mochtar Riady atau Lie Moe Tie merupakan pengusaha asal Indonesia keturunan Tionghoa. Ia lahir pada 12 Mei 1929 di Malang, Jawa Timur dari pasangan Li A Pi dan Si Be Lau. Ayahnya, Li A Pi dikenal sebagai pedagang dan bankir andal. Ini membuat Mochtar Riady bercita-cita untuk mengikuti jejak ayahnya sejak kecil.
Jauh sebelum mendirikan Lippo Group hingga berhasil berekspansi ke berbagai lini bisnis, Mochtar Riady merintis karier sebagai pengusaha pada usia 22 tahun. Saat itu, ia memulainya dengan membuka toko sepeda.
Pada usia 25, tepatnya pada 1954, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Mochtar Riady pun mulai meniti perjalanan untuk menjadi salah satu pebisnis bernama besar di kawasan Asia melalui Lippo Group.
Profil Mochtar Riady dikenal luas sebagai pengusaha sukses. Selain itu, Mochtar juga pernah menulis buku, seperti Mencari Peluang di Tengah Krisis (1999) dan Gaya Manajemen Nanoteknologi (2004).
Menurut Mochtar, kesuksesan dalam berbisnis merupakan peluang penting dalam kehitupan manusia. Menemukan dan memanfaatkan peluang menandai seseorang sudah setengah jelan menuju kesuksesan.
“Peluang penting dalam kehidupan manusia. Untuk bisa menemukan dan memanfaatkannya berarti Anda sudah setengah jalan menuju kesuksesan. Sisanya terletak pada kerja keras,” kata Mochtar dikutip dari situs web resmi Grup Lippo, Rabu (15/2).
Perjalanan karier Mochtar Riady
Krisis keuangan Asia pada 1997 menjadi titik balik bagi Mochtar. Saat itu, ia menjadi salah satu tokoh yang mengubah lanskap perbankan Indonesia. Lewat tangannya, kondisi sejumlah lembaga keuangan yang sudah berada di ujung tanduk berubah membaik.
Tak ayal, jejaknya di industri perbankan masih membekas. Melansir Asia Society, ia telah menunjukkan keahliannya dalam bidang finansial. Pada 1960 hingga 1971, ia berhasil membalikkan kondisi defisit sejumlah bank di Indonesia menjadi surplus besar.
Ia pun berhasil melahirkan bank-bank top negara seperti Bank Buana, Bank Panin, Bank Central Asia, hingga Bank Lippo. Bank Panin, misalnya, berhasil lahir dari penggabungan empat bank dan menjadi bank swasta terbesar pada masanya.
Pada 1975, Mochtar merevitalisasi Bank Asia Tengah yang hampir bankrut. Total aset bank itu melampaui Rp7,5 triliun, dengan laba bersih Rp53 miliar per tahun di akhir kepemimpinannya. Contoh lain dari kepiawaiannya dalam bidang perbankan adalah mempertahankan Bank Lippo melewati krisis keuangan 1997.
Berbekal kecakapan itu, ia akhirnya mendirikan Grup Lippo yang tak hanya menggarap bisnis keuangan, tapi juga di bidang lain seperti properti, infrastruktur, pendidikan, dan rumah sakit.
Mochtar pun turut berkontribusi dalam aktivitas filantropis melalui penelitian dan pengajaran. Salah satunya lewat Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN) yang berdiri pada 2006. MRIN, bersama Universitas Pelita Harapan dan Rumah Sakit Siloam, memberikan pelatihan dan menggelar penelitian.
Daftar bisnis Mochtar Riady
Melalui Lippo Group, Mochtar Riady memiliki gurita bisnis di berbagai sektor. Berikut rincian daftar bisnis Mochtar Riady.
Kekayaan Mochtar Riady
Profil Mochtar Riady sebagai pendiri Lippo Group dengan jejaring bisnis yang kuat membuat jumlah kekayaannya fantastis. Sosoknya kerap muncul sebagai orang terkaya di Indonesia.
Dilansir Forbes, kekayaan Mochtar Riady dan keluarga sekitar Rp2,4 miliar dolar AS atau Rp40,3 triliun (kurs Rp16.804 per dolar AS) per 23 Februari 2026.
Jumlah kekayaan yang mencapai miliaran dolar AS tersebut berhasil membuatnya beberapa kali masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Di tahun 2025, Mochtar Riady berhasil masuk ke dalam 50 orang terkaya di Indonesia di peringkat ke-20.
Demikian profil Mochtar Riady dan kisah suksesnya membangun Lippo Group yang inspiratif.
FAQ seputar Mochtar Riady
| Siapa itu Mochtar Riady? | Mochtar Riady merupakan seorang pengusaha sukses yang dikenal sebagai Lippo Group, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. |
| Apa saja gurita bisnis Lippo Group? | Lippo Group memiliki jejaring bisnis luas di berbagai sektor, mulai dari perbankan, properti, ritel, kesehatan, pendidikan, hingga media. |
| Berapa kekayaan Mochtar Riady? | Mochtar Riady dan keluarga termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 2,4 miliar dolar AS secara real time. |


















