RUPST MPMX Sepakati Dividen Rp451 Miliar, Tebar Yield 16 Persen

RUPST MPMX menetapkan pembagian dividen tunai Rp170 per saham dengan total Rp451 miliar.
Suwito Mawarwati menyebut peningkatan dividen mencerminkan komitmen MPMX memberi nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dan keyakinan terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
MPMX mencatat pendapatan konsolidasi Rp16,2 triliun pada 2025.
Jakarta, FORTUNE – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) mengetuk palu pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025. Perseroan bakal menggelontorkan total dividen Rp451 miliar kepada para pemegang saham. Nilai tersebut setara Rp170 per lembar saham. Keputusan ini diumumkan melalui keterangan resmi yang dikutip Jumat (29/5).
Besaran dividen tunai ini mencerminkan dividend yield sebesar 16 persen. Angka ini dihitung berdasarkan harga penutupan perdagangan saham perseroan pada 25 Mei 2026.
Manajemen MPMX menjelaskan sumber dana dividen berasal dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp462 miliar. Dengan demikian, nilai total dividen tersebut setara dengan lebih dari 97 persen terhadap laba bersih yang dikantonginya.
Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, menegaskan filosofi di balik aksi korporasi ini.
“Peningkatan dividen tahun ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, sekaligus mencerminkan keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang,” ujar Suwito.
Sepanjang tahun buku 2025, emiten yang bergerak pada sektor transportasi dan mobilitas ini berhasil membukukan pendapatan konsolidasi Rp16,2 triliun. Kendati demikian, jalannya roda bisnis tidak sepenuhnya mulus.
Manajemen tidak memungkiri iklim industri otomotif dan mobilitas nasional sepanjang tahun lalu masih dipenuhi tantangan berat. Sektor ini dihantam oleh lesunya daya beli masyarakat, seretnya pembiayaan kendaraan, serta normalisasi permintaan pada beberapa segmen usaha.
Namun, di tengah situasi pasar yang kurang menggembirakan tersebut, nakhoda perusahaan tetap optimis mempertahankan kinerja.
“Di tengah kondisi industri yang menantang, kami tetap berupaya menjaga kualitas bisnis dan memperkuat fundamental usaha secara berkelanjutan,” kata Suwito.
Menghadapi dinamika pasar ke depan, MPMX bersiap menerapkan jurus bisnis lebih selektif, disiplin, dan adaptif terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Manajemen berkomitmen penuh untuk terus berfokus pada disiplin operasional dan efisiensi biaya. Selain itu, pengelolaan risiko secara prudent serta optimalisasi portofolio bisnis akan menjadi ujung tombak perseroan. Langkah ini diambil demi menjaga kualitas kinerja dan memperkokoh fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

















