Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

ASSA Bagi 44% Laba sebagai Dividen, Investor Dapat Rp50 per Saham

ASSA Bagi 44% Laba sebagai Dividen, Investor Dapat Rp50 per Saham
Anteraja, salah satu lini bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA).
Intinya Sih
  • PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menetapkan pembagian dividen Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham untuk tahun buku 2025, setara 44% dari laba bersih Rp417,7 miliar.
  • Kinerja ASSA ditopang pertumbuhan segmen logistik yang naik 21% secara tahunan dan menyumbang sekitar 45% dari total pendapatan kuartal I 2026 sebesar Rp1,5 triliun.
  • ASSA memperkuat bisnis logistik lewat integrasi teknologi seperti robotic sorting, Warehouse Management System, dan Transportation Management System guna meningkatkan efisiensi serta visibilitas rantai pasok end-to-end.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) membagikan dividen senilai total Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 17 Juni 2026.

Nilai dividen tersebut setara dengan 44 persen dari laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang mencapai Rp417,7 miliar. Sebelumnya, ASSA telah membagikan dividen interim sebesar Rp73,8 miliar atau Rp20 per saham pada kuartal III 2025. Dengan demikian, Perseroan akan membagikan dividen final sebesar Rp110,7 miliar atau Rp30 per saham.

Pembagian dividen ini ditopang oleh kinerja operasional yang terus bertumbuh, terutama dari segmen logistik yang kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan utama ASSA.

Pada kuartal I 2026, ASSA membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen logistik yang tumbuh 21 persen secara tahunan dan berkontribusi sekitar 45 persen terhadap total pendapatan perseroan.

“Kami optimistis penguatan lini bisnis dan efisiensi yang terus dilakukan ini akan mendorong profitabilitas serta pertumbuhan kinerja perseroan dalam jangka panjang,” kata Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Untuk memperkuat bisnis logistik, ASSA meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam seluruh rantai layanan. Sejumlah inovasi diterapkan, mulai dari penggunaan robotic sorting melalui Anteraja yang menjadi pelopor di Indonesia hingga penerapan Warehouse Management System (WMS) pada layanan pergudangan dan fulfillment Titipaja.

Prodjo mengatakan teknologi menjadi fondasi utama dalam pengembangan bisnis logistik perseroan.

“Di ASSA Logistik, teknologi bukan sekadar pelengkap, melainkan urat nadi pertumbuhan bisnis dan layanan bagi pelanggan untuk menghadirkan solusi logistik secara end-to-end, mulai dari first mile hingga last mile,” ujarnya.

ASSA telah mengintegrasikan seluruh layanan logistiknya, mulai dari first mile hingga last mile, termasuk layanan logistik rantai dingin, logistik halal, dan green logistics. Perseroan juga terus memperkuat digitalisasi melalui pemanfaatan Transportation Management System (TMS) guna meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Menurut Prodjo, integrasi teknologi memungkinkan visibilitas rantai pasok yang lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitas proses distribusi.

“Integrasi sistem berbasis teknologi mendukung visibilitas end-to-end pada rantai pasok, dan TMS menjadi bagian penting dari transformasi digital ASSA sehingga proses distribusi dapat berjalan lebih produktif, terintegrasi, dan optimal,” katanya.

Selain logistik, ASSA juga akan memperkuat sinergi bisnis rental korporasi dan ekosistem kendaraan bekas melalui anak usaha ASLC yang menaungi JBA, Caroline.id dan Motogadai guna mendorong profitabilitas yang berkelanjutan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More