BUSINESS

HW Group dan Kemenpora Gelar Kompetisi Tinju

Gelaran HSS tingkatkan animo publik pada olahraga tinju.

HW Group dan Kemenpora Gelar Kompetisi TinjuKonferensi pers persiapan gelaran HSS 2023, di Kemenpora, Jumat (16/6). (Fortuneidn/Bayu)
16 June 2023

Jakarta, FORTUNE – Holywings Group (HW Group) berkolaborasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menginisiasi gelaran pertandingan tinju bertajuk Holywings Sport Show (HSS) dengan biaya penyelenggaraan mencapai Rp15 miliar.

Founder HWG sekaligus promotor HSS, Ivan Tanjaya, mengatakan ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan HSS. “Kami cukup percaya diri, dengan biaya Rp15 miliar, itu bisa meng-upgrade semuanya, dari panggung, acaranya, dan juga dari pendapatan,” ujarnya dalam konferensi pers HSS di Kemenpora, Senayan, Jumat (16/6).

Salah satu alokasi terbesar, menurutnya pembuatan video siaran langsung. HSS yang diadakan dengan menggabungkan konsep olahraga dengan hiburan (sportainment), menyisihkan biaya khusus untuk mengundang para selebriti menjadi peserta dalam pertandingan tinju. Hal ini yang menjadi jadi ciri khas HSS sejak pertama kali diadakan pada 2022.

HSS tak hanya berkomitmen membangkitkan minat publik yang lebih banyak lagi pada tinju, namun juga menghadirkan kompetisi yang berkualitas. “Misi kami adalah menghadirkan pertandingan yang bukan saja memikat penonton, tetapi juga menjadi platform bagi para petinju untuk menampilkan bakat luar biasa mereka,” katanya.

Tinju berjaya kembali

Pelaksanaan HSS tahun 2022.
Pelaksanaan HSS tahun 2022. (Tangkapan layar)

Salah satu pembeda HSS tahun ini dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya adalah penyelenggaraan yang diadakan di tiga wilayah besar di Indonesia–Bali, Bandung, dan DKI Jakarta–secara berurutan. Rencananya, seri pertama HSS ketiga akan dimulai pada bulan September 2023.

Selain itu, di luar pertandingan para petarung profesional yang berjumlah tujuh pertandingan, HSS juga akan kembali menampilkan tiga celebrity match di setiap kota. HSS juga memberikan kesempatan bagi masyarakat umum yang belum pernah latihan tinju, untuk bisa berlatih tinju selama tiga bulan dan tampil dalam pertandingan amatir di atas ring.

Ivan berharap, olahraga tinju bisa kembali jaya di Indonesia. Tak hanya dari sisi bayaran tinggi yang menarik bagi para atlet yang bertanding, namun kesejahteraan mereka pun dijamin, seperti fasilitas check up kesehatan sebelum maupun sesudah pertandingan, hingga akomodasi ketika bertanding. Dengan demikian, gairah masyarakat pada tinju pun akan meningkat dan membangkitkan kembali olahraga tinju di Indonesia, bahkan dalam ekosistem industri olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam mencari bibit baru tinju, pohaknya mengombinasikan scouting offline dan online. "Jadi, kami bikin postingan di Instagram dan para petinju harus aktif ke kami. Kami nggak tahu nih siapa aja bibit baru tinju di Indonesia, makanya lewat online. Setelah itu, kami akan datangi yang berpotensi secara offline untuk membuktikannya. Jadi sekarang benar-benar open audition,” ujar Ivan.

Sportainment

Ivan Tanjaya, Menteri Dito, dan Hotman Paris.
Ivan Tanjaya, Menteri Dito, dan Hotman Paris. (Fortuneidn/Bayu)

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.