BUSINESS

KemenkopUKM Targetkan Business Matching Kriya dan Wastra Rp60 M

Sektor kriya dan wastra punya potensi ekonomi kreatif besar.

KemenkopUKM Targetkan Business Matching Kriya dan Wastra Rp60 MHasil industri kreatif wastra. (dok. KemenkopUKM)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

24 November 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) melihat subsektor ekonomi kreatif Kriya dan Wastra (fesyen) menargetkan Business Matching bisa mencapai nilai transaksi Rp60 miliar.

Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKopUKM, Siti Azizah, mengatakan bahwa program business matching ini ditujukan bagi startup di industri kriya dan wastra, dan akan jadi bagian dari event Cerita Nusantara yang diadakan pada 28 November 2023. “Sementara ini ada beberapa potensi investor dan siap untuk bertemu dengan para kolaborator di acara ini,” ujarnya, Kamis (23/11).

Pada akhir 2022, ekspor kerajinan asal Indonesia sudah menembus US$949 juta atau sekitar Rp14,78 triliun (kurs Rp15.576,93 per dolar AS). Angka ini tumbuh signifikan dibandingkan ekspor tahun 2016 yang masih berada di angka US$747 juta atau sekitar Rp11,63 triliun.  

Sementara, pangsa pasar kerajinan Indonesia memenuhi 2,5 persen dari pasar dunia. Dari kontribusi tersebut, subsektor wastra mencatatkan kontribusi hingga 61,6 persen, sementara kriya 30,95 persen. “Jika bisa dimaksimalkan, tentu angka ini akan terus meningkat ke depannya,” kata Azizah.

Meski sub sektor di ekonomi kreatif terbagi cukup banyak, namun memang sektor wastra dan kriya dipandang sebagai yang terbesar dan bisa menjadi unggulan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini akan meningkatkan perkembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang njuga dipersiapkan mampu merambah pasar mancanegara.

Cerita Nusantara

Konferensi pers event Cerita Nusantara di KemenkopUKM, Kamis (23/11).Konferensi pers event Cerita Nusantara di KemenkopUKM, Kamis (23/11). (dok. KemenkopUKM)

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan bahwa melalui program Cerita Nusantara, pemerintah berupaya untuk mengapresiasi sekaligus membuat selebrasi seluruh ekosistem di sektor wastra dan kriya. Apalagi industri ini berperan strategis sebagai agreagator UMKM di Indonesia.

Peran agregator, menurut Teten menjadi penting, terutama dalam enajaga eksistensi dan keberlanjutan bisnis wastra dan kriya di Indonesia. Oleh sebab itu, acara seperti Cerita Nusantara dipandang bisa memberikan gambaran menyeluruh kepada masyarakat dan dunia, “Terkait inisiatif dalam membangun ekosistem usaha wastra dan kriya yang luar biasa,” katanya.

Menurutnya, wastra dan kriya yang menjadi bagian dari gaya hidup sedang berkembang pesat. Sehingga bila tidak cepat diantisipasi melalui enabler-enabler yang andal untuk menggerakkan industri tersebut, maka Indonesia akan kehilangan momentum.

“Dengan kegiatan ini industri kriya dan wastra Indonesia akan terus bangkit sambil diiringi lahirnya wirausaha-wirausaha di bidang kriya dan wastra yang tangguh melalui ekosistem yang telah ada, sehingga dapat menciptakan karya-karya adiluhung yang akan menyampaikan kepada dunia tentang kekayaan nusantara," kata Menteri Teten.

Pembiayaan

UMKM di sektor kriya.UMKM di sektor kriya. (dok. BRI)