Comscore Tracker
BUSINESS

KemenkopUKM Fasilitasi Pendanaan UMKM Lewat Matchmaking EFF 2022

Diharapkan dapat percepat proses kemapanan wirausaha.

KemenkopUKM Fasilitasi Pendanaan UMKM Lewat Matchmaking EFF 2022Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah. (dok. KemenkopUKM)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) memfasilitasi para pelaku UMKM memperoleh sumber daya pendanaan melalui program bertajuk Matchmaking Entrepreneur Financial Fiesta (EFF) 2022.

Menurut Deputi Bidang Kewirausahaan KemenkopUKM, Siti Azizah, hal ini dilakukan dengan mengadakan sebuah inisiasi penjaringan bagi wirausahawan berbasis inovasi teknologi. “Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses penciptaan wirausaha menuju wirausaha mapan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (17/6).

Azizah mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar langsung  startup  ekonomi kreatif di tujuh sektor strategis, yakni pertanian (agrikultur), perikanan, edukasi, kesehatan, pariwisata, maritim, dan logistik.

Pengembangan usaha ramah lingkungan

MenkopUKM, Teten Masduki, saat mengunjungi stand UMKM di Harbour Bay, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (30/3).

Program penjaringan pun fokus pada pengembangan usaha yang ramah lingkungan yang diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi. “Saya mengajak seluruh stakeholder, wirausahawan, maupun investor, untuk turut serta dalam Program Matchmaking EFF 2022,” katanya.

Azizah mengatakan, Matchmaking EFF 2022 digelar sebagaimana isi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. “Salah satunya mendorong pembiayaan UMKM bergeser dari sektor perdagangan ke sektor riil,” tutur Azizah.

Tahapan kegiatan

Menparekraf, Sandiaga Uno, mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Lebih lanjut, Azizah menjelaskan bahwa para stakeholder, wirausahawan, dan investor dapat mengikuti program ini  dengan melakukan registrasi pada 16 Juni 2022 melalui laman EFF. Program ini pun terdiri dari 6 tahapan.

Pertama, penjaringan 500 startup menjadi 10 wirausaha terpilih hasil kurasi berdasarkan kualifikasi. Berikutnya, pelatihan matriks secara daring oleh para ahli yang berpengalaman (Metrics Coaching dan Iterasi Coaching).

Ketiga, pendampingan menuju matchmaking oleh para tenaga ahli. Keempat, pemfasilitasan akses pendanaan lokal dan internasional. Selanjutnya, Startup Showcase bagi pelaku usaha berunjuk gigi di depan para investor. “Dan keenam, berkesempatan bersinergi dengan KemenkopUKM,” ungkapnya. 

Related Articles