BUSINESS

Mengenal Blue Ocean Strategy dalam Bisnis dan Manfaatnya

Mengutamakan inovasi dalam berkompetisi.

Mengenal Blue Ocean Strategy dalam Bisnis dan Manfaatnyailustrasi keuntungan bisnis franchise (unsplash/krakenimages)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

13 December 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEBlue Ocean Strategy jadi salah satu tema bahasan di dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kemenparekraf 2023. Strategi Bisnis ini dapat digunakan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa Blue Ocean Strategy adalah sebuah perspektif baru yang berfokus pada penciptaan pasar yang baru. “Menciptakan sesuatu yang selama ini tidak banyak kompetisinya,” ujarnya dalam Rakornas Kemenparekraf 2023.

Menilik definisinya, W. Chan Kim dan Renee Maugborgne, pertama kali memperkenalkan strategi ini untuk bisa membuat bisnis berjalan lebih lancar. Dalam pendekatan Blue Ocean Strategy, perusahaan tidak berfokus pada mencoba mengalahkan pesaing, melainkan mencari cara untuk menciptakan pasar baru dengan menawarkan nilai yang unik kepada pelanggan.

Untuk lebih memahaminya, mengutip dari OCBC.id, berikut ulasan lengkap tentang Blue Ocean Strategy.

Pemahaman dan contoh

Blue Ocean Strategy merupakan pendekatan yang berlawanan dengan strategi tradisional Red Ocean Strategy. Pada Red Ocean Strategy, persaingan antara perusahaan dalam industri yang sudah ada sangatlah tinggi, sehingga sering kali mengakibatkan penurunan harga dan laba.

Dengan demikian, perbedaan besarnya ada di pendekatan dalam menjalankan bisnis tersebut. Alih-alih menurunkan harga, Blue Ocean Strategy justru menitikberatkan fokusnya dengan menghindari persaingan dengan kompetitor secara langsung. Jadi, perusahaan atau pemilik usaha dapat menawarkan produk atau layanan yang tidak ada persaingannya.

Beberapa contoh usaha yang menerapkan Blue Ocean Strategy adalah Uber dan Wardah. Pada awal kemunculannya, Uber menciptakan pasar baru dengan layanan berbagi tumpangan berbasis aplikasi. Mereka menghilangkan masalah pemesanan taksi konvensional dan menciptakan pengalaman yang lebih nyaman serta efisien bagi pelanggan. Hasilnya, Uber berhasil mendominasi pasar transportasi online, bahkan sistemnya diadopsi oleh berbagai perusahaan serupa di banyak negara.

Sementara, di Indonesia, Wardah dikenal sebagai jenama kosmetik lokal yang fokus pada produk halal. Mereka menciptakan pasar baru dan menawarkan produk kosmetik yang sesuai dengan nilai dan kepercayaan konsumen muslim. Dengan strategi ini, Wardah berhasil mendapatkan basis pelanggan yang kuat dan menjadi pemimpin pasar dalam industri kosmetik halal di Indonesia.

Langkah

Untuk menerapkan Blue Ocean Strategy terdapat empat tindakan atau langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan, sebagai berikut:

  1. Eliminate: menghilangkan elemen yang tidak bernilai dalam produk atau layanan perusahaan. Dengan ini, perusahaan dapat berfokus pada aspek yang paling penting dan memberikan nilai lebih baik kepada pelanggan.
  2. Reduce: mengurangi elemen yang berlebihan atau tidak diperlukan dalam produk dan layanan perusahaan. Perusahaan dapat mengurangi biaya produksi serta menyediakan produk yang lebih efisien dan terjangkau.
  3. Raise: meningkatkan elemen yang penting dan bernilai dalam produk atau layanan perusahaan, untuk bisa mengungguli pesaing dalam hal kualitas, fitur, serta pengalaman pelanggan.
  4. Create: menciptakan elemen baru yang belum ada dalam produk atau layanan perusahaan, supaya dapat menciptakan diferensiasi yang kuat dan menarik minat pelanggan baru.