Comscore Tracker
BUSINESS

Para Atlet dan Bisnisnya

Para atlet perlu sumber penghasilan lain.

Para Atlet dan BisnisnyaIlustrasi Atlet (PxHere)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - Saat ini menjadi atlet adalah sebuah pilihan pekerjaan dengan penghasilan cukup menjanjikan. Namun, umumnya, karier atlet tidak lama. Rata-rata usia emas untuk banyak cabang olahraga 27-30 tahun sebelum akhirnya menurun.

Penting bagi atlet untuk menyiapkan sumber pemasukan lain agar setelah pensiun tetap dapat hidup layak. Biasanya, mereka terjun berbisnis. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa sosok yang menjalankan bisnis sebagai penghasilan di luar profesi atlet.

Alan Budikusuma dan Susi Susanti

Susi Susanti dan Alan Budikusuma adalah suami-istri mantan pebulu tangkis yang sama-sama meraih medali emas dalam Olimpiade Barcelona 1992. Setelah pensiun, mereka mengembangkan perusahaan yang memproduksi raket serta peralatan badminton lain dengan jenama Astec. Nama brand tersebut merupakan akronim dari Alan Susi Technology. 

Astec berada dalam naungan PT Astindo Jaya Sport . Produk-produknya tidak hanya dijual di Indonesia, tapi juga berbagai tempat seperti Singapura, Vietnam, Hongkong, Thailand, Korea, Amerika Serikat, dan Eropa.

Chris John

Setelah menyabet juara dunia tinju kelas bulu, Chris John memutuskan pensiun. Namun, sebelumnya, ia sempat berbisnis dengan membuka warnet pada 2008 di Kudus, Jawa Tengah. Dengan nama usaha ChriJohn.Net, Chris menyiapkan 20 komputer untuk operasional warnet tersebut.

Setelah melewati bisnis itu, Chris John mulai menggeluti bisnis asuransi bersama istrinya. 

Ade Rai

Ade Rai sudah lama memiliki branding kuat sebagai binaragawan. Terkait topik kebugaran, ia gemar membagikan tips olahraga melalui kanal YouTube hingga menjadi konsultan program diet sejumlah tokoh. 

Dengan branding yang bertahun-tahun dibangun, bisnis Rai Fitness Indonesia yang ia dirikan pun menarik banyak anggota. Ia juga membuka bisnis katering makanan sehat dengan kalori dan kebutuhan yang sudah diperhitungkan. Bahkan, Ade Rai juga membuat Rai Institute hingga toko kebugaran.

Lindswell Kwok dan Hulaefi

Pasangan mantan atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok dan Achmad Hulaefi, juga menggeluti dunia bisnis setelah pensiun dari profesi atlet. Suami istri ini melangkah ke bisnis fesyen.

Hulaefi memiliki bisnis fesyen khusus pria dengan nama Macho Clothing. Sementara itu, Lindswell juga merambah dunia fesyen muslim dengan brand Kianne Official. Selain itu, pasangan muda ini juga mendapatkan pundi-pundi pemasukan melalui jasa endorsement

Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi (The Minions)

Kedua atlet ganda putra bulu tangkis unggulan Indonesia ini juga membangun usahanya masing-masing. Kevin Sanjaya yang dijuluki “si tangan petir” memiliki bisnis minuman susu bubble yang diberi nama Vinion. Nama ini terinspirasi dari julukannya bersama sang partner di atas lapangan, "The Minions". Kevin juga kerap memasarkan Vinion melalui Instagram pribadinya.

Berbeda dari Kevin, Marcus Gideon lebih memilih bisnis fasilitas olahraga bernama Gideon Badminton Hall. Gedung Olahraga (GOR) ini terletak di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dengan empat lapangan VIP dan enam lapangan reguler yang disewakan untuk umum. Selain itu, Marcus juga membuka akademi badminton di GOR tersebut.

Related Topics

Related Articles