Comscore Tracker
BUSINESS

Memahami Teknik Penjualan Canvassing dalam Bisnis

Kontak langsung adalah kata kunci Canvassing.

Memahami Teknik Penjualan Canvassing dalam Bisnisilustrasi B2B (unsplash.com/Sebastian Herrmann)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Strategi canvassing mungkin lebih dulu dikenal di Amerika Serikat  (AS) sebagai salah satu cara untuk mengajak pemilih memenenagkan calon legislatif atau eksekutif dalam pemilihan umum. 

Strategi canvassing, konon dinilai efektif menarik minat seseorang untuk memilih apa atau siapa yang diinginkannya. Bukan masalah daya tariknya, namun canvassing lebih merujuk pada apa yang dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan tersebut.

Berawal dari strategi yang digunakan dalam pemilu, ternyata canvassing juga bisa diterapkan dalam bisnis, terutama dalam meningkatkan penjualan. Lantas, apakah yang dimaksud dengan canvassing? Fortune Indonesia akan membahasnya dengan lebih mendalam, dengan melansir informasi dari berbagai sumber.

Pengertian canvassing

Penjual pernak-pernik khas Papua.

Mengutip indeed.com, canvassing dalam penjualan diartikan sebagai teknik untuk menjual kepada calon konsumen melalui kontak langsung tanpa mengatur janji terlebih dulu. Calon konsumen tersebut biasanya masih sedikit atau bahkan belum memiliki product knowledge mengenai jenama yang akan kita pasarkan.

Meski ditujukan bagi mereka yang belum memiliki banyak pengetahuan tentang produk yang dijual, namun canvassing dilakukan dengan terencana, mulai dari penawaran, pendistribusian, dan mencari pesanan penjualan pada layanan jasa atau produk barang. Selain itu, kontak ke para calon konsumen dilakukan dengan menggunakan email, telepon, atau langsung melakukan kunjungan ke tempat pelanggan.

Melalui canvassing, para penjual meyakini bahwa penetrasi produk ke pasar akan tersampaikan seacara langsung dalam waktu yang relatif cepat. Kemudian, distribusi produk pun akan lebih merata, sehingga produk bisa lebih mudah didapatkan konsumen.

Tak hanya itu, umpan balik dari pasar tercatat lebih akurat, karena prosesnya dilakukan secara langsung. Kombinasi berbagai keuntungan ini, akhirnya mendatangkan prospek yang lebih besar lagi bagi sebuah bisnis.

Manfaat

seseorang yang tertarik untuk membeli produk minuman

Strategi canvassing memiliki sejumlah manfaat untuk mendukung berjalannya sebuah bisnis. Berikut ini, indeed.com menuliskan beberapa manfaat yang didapatkan dari penjualan dengan strategi canvassing:

  1. Membangun basis pelanggan
    Dengan menghubungi banyak calon konsumen dan melakukan penjualan, maka jenama yang kita tawarkan sudah pasti akan dikenal, meski para calon konsumen tidak langsung memutuskan untuk membeli. Namun, tanpa kita bersusah payah lagi, basis pelanggan kita sebenarnya sudah terbentuk dan berprospek tinggi untuk dikembangkan.
  2. Kesempatan mempelajari target pasar
    Berkomunikasi secara langsung dengan calon konsumen memberikan kesempatan pada penjual untuk semakin mengenal target pasar mereka. Tidak hanya bisa dijadikan acuan untuk penjualan selanjutnya, namun catatan penting mengenai kebutuhan dan perilaku konsumen, bisa memberi acuan penting dalam berinovasi dan meningkatkan pelayanan dalam bisnis.
  3. Mengembangkan keterampilan komunikasi
    Intensitas dalam melakukan canvassing bisa menjadi sarana belajar yang paling efektif bagi para tenaga penjual atau pemasar. Komunikasi menjadi materi penting untuk bisa terus diimprovisasi demi menciptakan strategi terbaik yang bisa mendatangkan penjualan dan berakhir keuntungan.
  4. Meningkatkan penjualan
    Dampak baik juga bisa dirasakan bagi produsen atau perusahaan penjual. Canvassing juga bermanfaat bagi perusahaan karena membantu melakukan penjualan kepada pelanggan baru. Ini membantu untuk mendekati konsumen dan meyakinkan mereka untuk melakukan pembelian.

Kekurangan dari Canvassing

Ilustrasi jual beli online.

Meski jadi salah satu strategi penjualan yang diyakini efektif meningkatkan pendapatan dari sebuah produk atau jasa, canvassing ternyata juga mempunyai sejumlah kekurangan yang tak terhindarkan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya, seperti mengutip accurate.id.

  1. Biaya oprasional jadi lebih tinggi
    Menurunkan pekerja canvassing, transportasi, serta membentuk tim yang optimal, tentu membutuhkan dana operasional lebih. Oleh karenanya, pemilik bisnis harus mempertimbangkan dengan matang penggunaan canvassing sebagai strategi, karena akan meningkatkan biaya operasional.
  2. Proses yang melelahkan
    Menjangkau calon konsumen secara langsung jelas merupakan pekerjaan yang melelahkan. Bahkan proses profiling dari konsumen tersebut juga memakan banyak pikiran dan tenaga, sehingga tak jarang perusahaan harus sering melakukan perekrutan baru, karena tingkat turn over SDM yang tinggi.
  3. Kurang disukai konsumen
    Sifatnya yang langsung kepada para calon konsumen, membuat canvassing tidak disukai. Belum lagi, yang melakukan canvassing mungkin bukan hanya satu perusahaan, namun lebih dari 2-3, sehingga pelanggan pun menjadi jenuh.
  4. Kontrol stok barang dan setoran kurang seimbang
    Kerugian seperti ini bisa disebabkan karena kelalaian canvasser yang menghilangkan barang, salah menghitung uang saat melakukan transaksi, jumlah uang yang disetor ke admin tidak sama dengan jumlah yang sudah terjual, dan masih banyak lagi.
  5. Distributor jadi lebih malas
    salah satu fungsi distribusi yang dilakukan oleh tenaga canvassing, membuat distributor aslinya jadi tak bekerja lagi. Mereka akan sangat terbantu, namun berpotensi terlena dan tak punya beban lagi dalam mengerjakan pekerjaannya.

Demikianlah beberapa ulasan singkat mengenai canvassing. Setelah mengetahui ini, diharapkan Anda jadi semakin yakin lagi dalam menjalankan bisnis, serta tahu strategi apa yang akan diterapkan sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Related Topics

Related Articles