Comscore Tracker
BUSINESS

Pemerintah Kirim Gula & Minyak Goreng dari Belawan ke NTT via Tol Laut

Solusi untuk menekan biaya logistik yang tinggi.

Pemerintah Kirim Gula & Minyak Goreng dari Belawan ke NTT via Tol LautPelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (26/4). (ANTARAFOTO/Dhemas Reviyanto)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Badan Pangan Nasional berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN, untuk pertama kalinya mengirimkan pasokan gula dan minyak goreng dari Belawan, Sumatera Utara, menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan fasilitas tol laut.

Kepala Badan Pangan Nasional/NFA (National Food Agency), Arief Prasetyo Adi, mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk menekan biaya logistik ketersediaan pangan di wilayah Indonesia Timur. “Umumnya masih terdapat kendala dalam logistik pangan disebabkan biaya atau ongkos logistik tinggi dan berdampak pada kenaikan harga pada produk ataupun komoditas pangan di wilayah tertentu,” katanya dalam berita Antara, Jumat (29/4).

Muatan gula sebanyak 800 ton dan minyak goreng curah sebanyak 300 ton tersebut diberangkatkan menggunakan kapal MV Asia Pratama pada 28 April 2022 dari Belawan, dan diperkirakan tiba di Kupang pada 10 Mei 2022. “Optimalisasi fasilitas tol laut merupakan solusi untuk ketersediaan dan stabilisasi harga pangan,” kata Arief.

Alur pengiriman dengan fasilitas tol laut

Aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Makassar yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021).

Alur distribusi pangan melalui tol laut, jelas Arief, adalah Port to Port, Port to Door, dan Door to Door. “Ini dilakukan dari pelabuhan ke pelabuhan, kemudian dari pelabuhan dikirim ke gudang, lalu didistribusikan ke pedagang pasar,” ucapnya.

Pada sisi lain, Tenaga Ahli Menteri Perhubungan, Andre Mulpyana, mengatakan bahwa sarana tol laut ini sangat efektif untuk pendistribusian pangan ke seluruh wilayah Indonesia, hingga ke daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan).

Sinergi dengan berbagai pihak

Arief mengatakan sinergi berbagai pihak, seperti Kementerian dan Lembaga (K/L), akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan logistik pangan. “Apalagi komoditas minyak goreng dan gula saat ini menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

Sementara, pada proses distribusi, Badan Pangan Nasional bekerja sama dengan distributor lokal di Kupang yang akan menyalurkan komoditas gula dan minyak goreng ke pedagang pasar setempat atau asosiasi pedagang lokal yang aman.

Kerja sama distribusi juga dilakukan dengan sejumlah BUMN di beberap sektor pendukung, seperti PT Pos Indonesia untuk melacak pengiriman dengan truk kontainer ke lokasi dispensing; serta PT Pelindo sebagai operator pelabuhan.

Related Articles