Comscore Tracker
BUSINESS

Bukalapak Turunkan Kerugian Pada Semester I-2021

Berdasarkan sejumlah pertumbuhan kinerja di Semester 1/2021.

Bukalapak Turunkan Kerugian Pada Semester I-2021Dok. Bukalapak

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE - PT Bukalapak.com Tbk (Bukalapak) dalam laporan semesteran mencatatkan keberhasilan dalam menurunkan laju kerugian pada semester I-2021 dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun sebelumnya. Sejumlah indikator lain memperlihatkan pula bahwa perusahaan sukses membukukan kinerja positif. 

Pendapatan di semester pertama 2021

Berdasarkan laporan emiten berkode BUKA di sistem keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Pendapatan perseroan naik 34,7 persen. Bukalapak membukukan pendapatan Rp863,62 miliar pada semester I-2021. Sementara pada periode sama 2020, pendapatannya Rp641,28 miliar.

Kenaikan ini diiringi penurunan beban umum dan administrasi sebesar 22,5 persen. Namun, beban pokok pendapatan dan beban penjualan/pemasaran naik masing-masing sebesar 69,9 persen dan 14,6 persen dari semester-I 2020.

Terjadinya penurunan kerugian

Bukalapak juga mencatatkan penurunan angka kerugian yang dideritanya. Pada semester I-2021, kerugian bersihnya mencapai Rp766,23 miliar. Dengan hasil ini, Bukalapak berhasil menekan kerugian hingga 25,3 persen dari rugi bersih semester I-2020 yang mencapai Rp1,03 triliun. 

Pertumbuhan nilai transaksi

Berdasarkan rilis resmi perusahaan, total transaksi (Total Processing Value/TPV) Bukalapak pada semester I-2021 Rp56,7 triliun atau tumbuh 54 persen ketimbang periode sama pada 2020. Pertumbuhan positif TPV ini, menurut Bukalapak, didukung kenaikan jumlah transaksi sebesar 15 persen dan rata-rata transaksi (Average Transaction Value/ATV) sebesar 34 persen dalam jangka waktu antara semester I-2020 dan semester I-2021.

Pencapaian itu didominasi mitra luar daerah Tier 1 (DKI Jakarta, kecuali Kepulauan Seribu;Kota Bandung dan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat; Kota Semarang dan Kabupaten Semarang; Kota Surabaya; dan Kota Medan). Para mitra ini berasal dari daerah yang memiliki penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi warung-warung kecil ritel dengan pertumbuhan yang kuat.

Related Articles