BUSINESS

Produsen Mobil VinFast Bakal Tanam Investasi Rp18 T di Indonesia

VinFast nilai iklim usaha di Indonesia kondusif.

Produsen Mobil VinFast Bakal Tanam Investasi Rp18 T di IndonesiaPresiden Jokowi saat mengenjungi Kantor VinFast di Kota Hai Phong, Vietnam, Sabtu (13/1). (dok. Setpres)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

15 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan Otomotif asal Vietnam, VinFast, akan menggelontorkan Investasi US$1,2 miliar atau sekitar Rp18,66 triliun (kurs Rp15.555,76 per dolar AS) untuk membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kehadiran VinFast adalah bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang juga akan terhubung dengan industri baterai listrik. “Kami mendukung penuh rencana investasi VinFast di Indonesia. Nanti kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan izin bisa ke menteri saya,” ujarnya seperti dikutip dari laman Setkab, Senin (15/1).

Mneurutnya, industri kendaraan listrik berkembang dengan sangat pesat, sehingga investasi VinFast di Indonesia diharapkan bisa mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang terus digencarkan beberapa waktu terakhir. “Ekosistem besarnya ini akan segera terbangun, dan Chairman dari VinFast menyampaikan akan segera memulai konstruksinya secepatnya,” katanya.

Iklim usaha yang kondusif

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita,Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, (dok. Kemenperin)

Pada kesempatan berbeda, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan bahwa VinFast tertarik untuk berinvestasi di Indonesia karena iklim usahanya cukup kondusif. “VinFast sedang mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Kebutuhan lahannya sekitar 240 hektar,” ujarnya.

 VinFast siap menggelontorkan US$200 juta atau sekitar Rp3,11 triliun untuk pembangunan pabrik tahap awal. Pabrik baru itu dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 dengan kapasitas produksi 50.000 unit per tahun serta target penyerapan tenaga kerja 3.000 orang.

Menurutnya, VinFast akan menggandeng perusahaan dalam negeri untuk proses produksi dan bermitra dengan perusahaan transportasi dan penyedia jasa teknologi dalam rangka ekspansi untuk kendaraan taksi listrik. “VinFast juga berminat untuk membuat bis listrik, bahkan mereka juga ingin berinvestasi di IKN,” kata Agus.

Insentif dan fasilitas

Kendaraan mobil listrikilustrasi kendaraan listrik (unsplash.com/myenergi)