Comscore Tracker
BUSINESS

Kejar Target Produksi 2022, SKK Migas Dorong Strategi Tak Biasa

Sektor migas akan terus berperan dalam pembangunan nasional.

Kejar Target Produksi 2022, SKK Migas Dorong Strategi Tak BiasaShutterstock/Thaiview

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Pemerintah menetapkan target jangka pendek di subsektor hulu minyak sebesar 703 ribu barel minyak per hari (BPOD) dan gas bumi sebesar 5.800 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada 2022. Hal ini sejalan dengan peran strategis industri hulu migas dalam pembangunan nasional dan tren transisi energi.

Namun demikian, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengatakan target ini cukup menantang. Diperlukan langkah yang tidak biasa untuk mencapainya.

“Saya mengajak seluruh insan hulu migas untuk berjuang bersama dalam mengeksekusi rencana kerja yang telah kita susun bersama, sehingga dapat membangun kepercayaan pemangku kepentingan, dan membangun optimisme pengembangan industri hulu migas Indonesia,” kata Dwi seperti dikutip Antara (4/12).

Komitmen mengawal 900 sumur pengembangan

Untuk mencapai target produksi migas, SKK Migas berkomitmen mengawal pengeboran 900 sumur pengembangan pada 2022. Jumlah ini terdiri dari 790 sumur pengembangan, 10 tambahan sumur lain, dan potensi 100 sumur pengembangan dari survei Full Tensor Gravity Gradiomentry (FTG).

Pengawalan ini dilakukan agar upaya pencapaian target produksi bisa berjalan baik dan tanpa kendala. Adapun jumlah sumur pengembangan diperoleh berdasarkan pembahasan work, program, & budget (WPnB), kesepakatan tambahan, dan rencana program filling the gap.

Peran sektor migas bagi pembangunan

Sektor migas, menurutnya memiliki peran penting dalam pembangunan. Tidak hanya sebagai sumber energi, bahan baku industri, atau sumber penerimaan negara, namun juga sebagai lokomotif penggerak perekonomian nasional. Hal ini dihasilkan dari efek berganda yang diciptakan dengan peningkatan kapasitas migas nasional.

Pemerintah terus mendukung dan sangat terbuka untuk mempercepat monetisasi lapangan-lapangan migas yang ada. Hal ini bertujuan agar potensi energi migas dapat diambil sepenuhnya, untuk dukung penerimaan negara dan modal pembangunan.

Related Articles