Jakarta, FORTUNE — PT ZHC Aladin International resmi menggarap pasar mobil bekas secara serius melalui peluncuran program Wuling Certified Used Car dengan target penjualan 300 hingga 400 unit per tahun. Aksi dealer resmi Wuling dan MG ini membidik sumber pendapatan baru sekaligus meningkatkan loyalitas pelanggan dan menjaga nilai jual kembali (residual value) kendaraan Wuling di tengah ketatnya persaingan dalam industri otomotif.
Chief Operating Officer (COO) PT ZHC Aladin International, Eddy Karsono, menyatakan target tersebut setara dengan penjualan sekitar 30 unit mobil bekas bersertifikasi per bulan. Guna memenuhi target tersebut, pasokan kendaraan akan didapatkan melalui skema tukar tambah (trade-in) maupun akuisisi langsung. Perusahaan membidik akuisisi 600 unit mobil bekas, yang porsinya setara dengan 30 persen dari total target penjualan 2.000 unit mobil baru perusahaan.
“Target kami adalah 30 persen dari 2.000 unit penjualan mobil baru, yaitu sekitar 600 unit kendaraan bekas yang diperoleh melalui trade-in dan akuisisi,” kata Eddy dalam peluncuran Wuling Certified Used Car di Wuling Center Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (28/8).
Melalui program ini, ZHC Aladin tidak sekadar memperluas pilihan kendaraan bagi konsumen, tetapi juga berupaya membangun standar baru dalam perdagangan mobil bekas melalui proses inspeksi hingga penjualan lebih terukur.
Demi menstimulasi pasar dan mengamankan pasokan unit, ZHC Aladin menawarkan insentif harga trade-in hingga Rp10 juta di atas harga pasar. Penawaran ini diharapkan memberikan nilai lebih bagi pemilik kendaraan sekaligus mendorong mereka untuk kembali memilih produk Wuling saat mengganti kendaraan.
Kehadiran Wuling Certified Used Car diproyeksikan menjadi pembeda di pasar persaingan otomotif nasional melalui jaminan standar inspeksi kualitas kendaraan dan kepastian layanan purna jual.
