Lanjut Ekspansi, ARKO Bangun 3 PLTS Baru Berkapasitas 34 MWp

- ARKO memperluas sektor energi surya melalui tiga proyek PLTS baru berkapasitas total 34 MWp dengan BESS 28,3 MWh.
- Anak usaha ARKO, EEM, meneken perjanjian operational lease dengan BIC, BIIE, dan BRC untuk proyek tersebut.
- Perjanjian baru membuat kapasitas terkontrak ARKO mencapai 118,1 MW, sementara pipeline perseroan melebihi 300 MW.
Jakarta, FORTUNE - PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melanjutkan ekspansi sektor energi surya lewat 3 proyek PLTS baru. Total kapasitasnya 34 MWp, dengan 28,3 MWh Battery Energy Storage System (BESS).
Perseroan melakukannya melalui anak usahanya, PT Endorshine Energi Matahari (EEM), yang meneken perjanjian operational lease dengan PT Batamindo Investment Cakrawala (BIC), PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC).
Ekspansi kali ini dilakukan dengan metode organik, tidak seperti sebelumnya. "Kalau proyek PLTS pertama dan kedua yang baru saja kami akuisisi merupakan aset yang sudah siap beroperasi, kali ini kami akan membangun dari awal. Serta, untuk pertama kalinya kami akan mengintegrasikan BESS ke proyek PLTS tersebut," kata Direktur Perseroan, Ricky Hartono dalam keterangan resmi, Kamis (27/8).
Sebagai konteks, BESS memungkinkan energi surya yang dihasilkan pada siang hari disimpan dan didistribusikan sesuai kebutuhan, termasuk pada malam hari atau saat cuaca mendung, sehingga pasokan listrik tetap stabil dan andal sepanjang waktu.
Setelah proyek PLTS pertama dan kedua ARKO, perjanjian operational lease itu kian menggarisbawahi babak baru bagi perseroan. Dengan perjanjian baru tersebut, perseroan kini memiliki total kapasitas terkontrak sebesar 118,1 MW yang terdiri dari 6 proyek pembangkit listrik tenaga air (62,8 MW) dan 5 proyek pembangkit listrik tenaga surya (55,3 MWp) yang didalamnya terdapat 3 proyek PLTS yang disertai dengan BESS 28,3 MWh.
Sejalan dengan ekspansi tersebut, Perseroan masih memiliki total kapasitas yang ada di dalam pipeline lebih dari 300 MW, menegaskan peluang ekspansi lebih lanjut di sektor EBT dan mendukung upaya Pemerintah dalam mencapai target transisi energi serta Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
"Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus bertumbuh, baik secara organik maupun anorganik, sekaligus memperluas kontribusi Perseroan dalam penyediaan energi bersih, sejalan dengan visi kami untuk menerangi Indonesia dengan energi terbarukan dan mendukung percepatan transisi energi nasional," kata Ricky.



















