Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

VISI Milik Nagita-Raffi Siapkan Rp286 M untuk Akuisisi RS Hasna Medika

VISI Milik Nagita-Raffi Siapkan Rp286 M untuk Akuisisi RS Hasna Medika
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Istana Negara (instagram.com/raffinagita1717)
  • VISI berencana mengakuisisi 72,9% saham Hasna Medika Bakti Cirebon senilai Rp286 miliar, sehingga menjadi pengendali jaringan dua rumah sakit jantung dan 11 klinik.
  • Akuisisi dilakukan lewat pembelian saham baru Rp255 miliar dan saham HMUG Rp31 miliar, meski HMBC mencatat rugi Rp12,3 miliar pada kuartal I-2026.
  • VISI menyiapkan private placement hingga 307,5 juta saham dan menunggu persetujuan RUPSLB serta RUPS Independen pada 30 September 2026 untuk menjadi holding company.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) mulai memperluas bisnis ke sektor kesehatan setelah berada di bawah kendali pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Ekspansi tersebut dilakukan melalui rencana pengambilalihan mayoritas saham PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC), yang juga melibatkan pengusaha Pieter Tanuri.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang dikutip Kamis (27/8), VISI akan mengakuisisi 72,9 persen saham HMBC dari PT Hasna Medika Group (HMUG). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp286 miliar.

HMBC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan dan dikenal dengan jaringan rumah sakit spesialis jantung. Per akhir Maret 2026, HMBC mengoperasikan dua rumah sakit jantung dan 11 klinik yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.

Rencana transaksi tersebut terdiri atas dua skema. Pertama, melalui Conditional Share Subscription Agreement (CSSA), VISI akan mengambil 124.393 saham baru HMBC atau sekitar 65 persen dengan nilai Rp255 miliar.

Kedua, melalui Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA), VISI akan membeli 17.325 saham HMBC dari HMUG atau sekitar 7,91 persen senilai Rp31 miliar. Jika seluruh transaksi terealisasi, kepemilikan VISI di HMBC akan mencapai 159,72 juta saham atau setara 72,91 persen.

Kedua perjanjian tersebut telah diteken VISI dan HMUG pada 20 Agustus 2026. Transaksi itu akan membuat VISI menjadi pemegang saham pengendali HMBC.

Dari sisi keuangan, langkah akuisisi ini dilakukan ketika kondisi HMBC masih mencatatkan kerugian. Berdasarkan studi kelayakan, HMBC memiliki aset Rp563,5 miliar dan liabilitas Rp335,1 miliar per akhir Maret 2026. Pada periode yang sama, perusahaan mencatat rugi Rp12,3 miliar pada kuartal I-2026.

Adapun nilai pasar untuk 100 persen ekuitas HMBC berdasarkan studi tersebut mencapai Rp110,06 miliar.

Meski demikian, pengambilalihan HMBC diproyeksikan memperbesar skala aset VISI. Setelah transaksi, total aset perseroan diperkirakan mencapai Rp942,3 miliar, sementara ekuitas naik menjadi Rp551,8 miliar. Dalam proyeksi tersebut, VISI juga akan mencatat goodwill sebesar Rp53,9 miliar.

Akuisisi ini sekaligus menjadi bagian dari perubahan arah bisnis VISI. Perseroan sebelumnya bergerak di bisnis distribusi dan pergudangan, tetapi kini mulai membangun portofolio usaha yang lebih beragam setelah perubahan pengendalian oleh Harmoni Semesta Investama.

Sebelum masuk ke sektor kesehatan, VISI juga telah melepas seluruh gudangnya sebagai bagian dari langkah perbaikan struktur permodalan dan pembayaran utang.

  1. Sumber dana dan andil Pieter Tanuri

    Untuk mendukung aksi korporasi tersebut, VISI menyiapkan pendanaan melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

    Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 307,5 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor VISI. Dengan penerbitan saham baru itu, potensi dilusi bagi pemegang saham lama diperkirakan maksimal 10 persen.

    Langkah akuisisi dan perubahan arah bisnis tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham. VISI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPS Independen pada 30 September 2026.

    RUPSLB akan membahas perubahan kegiatan usaha perseroan menjadi perusahaan induk atau holding company, sekaligus meminta persetujuan atas rencana pengambilalihan HMBC. Sementara itu, RUPS Independen akan membahas rencana pelaksanaan private placement.

    Dengan demikian, langkah VISI tidak sekadar memperluas portofolio ke layanan kesehatan, tetapi juga menandai pergeseran perseroan menuju model bisnis berbasis holding company. Keberhasilan ekspansi ini selanjutnya akan bergantung pada realisasi akuisisi, integrasi HMBC, serta kemampuan perseroan membangun kinerja dari bisnis baru tersebut.

    Ekspansi ke sektor kesehatan tersebut juga membawa nama Pieter Tanuri ke dalam struktur pemegang saham HMBC. Pengusaha yang dikenal sebagai pemilik PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) itu merupakan salah satu kreditur sekaligus pemegang saham eksisting HMBC bersama Roy Himawan dan Darwin Cyril Noerhadi.

    Dalam transaksi tersebut, HMBC akan mengonversi utang senilai Rp33,45 miliar yang dimiliki Pieter, Roy, dan Darwin. Setelah aksi tersebut, Pieter diproyeksikan memegang 11,6 persen saham HMBC, sedangkan Darwin memiliki 2,14 persen dan Roy 0,70 persen.

    Masuknya Pieter menambah deretan nama pengusaha besar yang berada dalam ekosistem bisnis VISI setelah perseroan dikendalikan oleh Raffi dan Nagita melalui PT Harmoni Semesta Investama.

    Sebelumnya, PT Trinugraha Thohir Harmoni yang dimiliki Garibaldi "Boy" Thohir dan Erick Thohir juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham VISI.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More