Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Ekspor Naik 53%, Laba CBUT Melonjak 302% di Semester-I 2026

Ekspor Naik 53%, Laba CBUT Melonjak 302% di Semester-I 2026
PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT). (Dok. CBUT)
  • CBUT membukukan laba Rp169,66 miliar pada semester-I 2026, tumbuh 301,99 persen secara tahunan.
  • Pendapatan kontrak pelanggan hampir Rp9,27 triliun, dengan pasar ekspor menjadi kontributor utama.
  • Harga saham CBUT naik 24,68 persen ke Rp960 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis (27/8).
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang paling menonjol dari kinerja CBUT?
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Emiten CBI Group, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT), membukukan laba senilai Rp169,66 miliar pada semester-I 2026, bertumbuh 301,99 persen (YoY) dari Rp42,21 miliar pada periode yang sama di 2025.

Kenaikan laba periode berjalan CBUT itu dibarengi dengan pertumbuhan pendapatan dari kontrak pelanggan sebesar 39,16 persen (YoY) dari Rp6,66 triliun menjadi hampir Rp9,27 triliun.

Pasar ekspor merupakan kontributor utama, dengan pendapatan kontrak senilai hampir Rp8,08 triliun pada akhir Juni 2026. Pendapatan ekspor CBUT tersebut meningkat 52,92 persen (YoY) dari Rp5,28 triliun pada periode yang sama di 2025.

Sementara pasar lokal hanya mencatatkan pendapatan sebesar hampir Rp1,19 triliun. Jumlah pendapatan domestik itu menurun dari Rp1,37 triliun pada tahun lalu.

Berdasarkan produk, pendapatan terbesar berasal dari minyak kelapa sawit, yakni sebesar hampir Rp5,32 triliun pada semester-I 2026. Angka itu meningkat dari hampir Rp430,84 miliar pada semester-I 2025.

Pendapatan dari segmen minyak inti sawit juga naik dari Rp259,73 miliar menjadi Rp473,56 miliar. Begitu pula dengan pendapatan dari minyak goreng kemasan yang mencapai Rp291,14 miliar, tumbuh dari Rp48,8 miliar.

Pertumbuhan pendapatan itu juga didorong oleh pendapatan RBDPO (refine, bleached and deodorized palm oil) yang berjumlah Rp244,68 miliar. Pada semester-I 2025, segmen itu belum membukukan pendapatan kontrak.

Di sisi lain, pendapatan palm olein menurun dari Rp4,79 triliun menjadi Rp2,29 triliun. Demikian juga dengan pendapatan palm stearin yang tergerus menjadi Rp490,4 miliar, dari sebelumnya Rp1 triliun.

Mayoritas pendapatan CBUT sendiri berasal dari pihak ketiga, yakni sebesar Rp9,2 triliun. Sisanya didapatkan dari pihak berelasi.

Dari segi neraca keuangan, total aset CBUT mencapai hampir Rp5,9 triliun pada akhir Juni 2026, naik dari Rp4,1 triliun pada akhir Desember 2025. Liabilitas perseroan juga meningkat dari Rp3 triliun menjadi hampir Rp4,6 triliun. Begitu juga dengan ekuitas yang bertumbuh dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,31 triliun.

Harga saham CBUT melonjak 24,68 persen ke Rp960 pada akhir perdagangan sesi I, Kamis (27/8).

    Share Article
    Editorial Team

    Latest in Business

    See More