Comscore Tracker
BUSINESS

Ingin Jaring Talenta Global, Singapura Terbitkan Visa Kerja Khusus

Singapura bermanuver di tengah perebutan talenta global.

Ingin Jaring Talenta Global, Singapura Terbitkan Visa Kerja KhususIlustrasi pebisnis dan Marina Bay di Singapura. Shutterstock/Rawpixel.com

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Persaingan perebutan talenta global terbaik menjadi semakin ketat. Tak mau kalah, Singapura berencana menerbitkan visa kerja khusus. Negeri Singa ini berharap visa kerja khusus akan meningkatkan daya tariknya di mata "rainmaker" tingkat dunia. Demikian pernyataan Menteri Tenaga Manusia Singapura, Tan See Leng. 

Mengutip Reuters pada Selasa (13/9), pernyataan itu mencerminkan upaya Pemerintah Singapura untuk menyeimbangkan kebutuhannya akan bakat dari luar negeri dengan lapangan kerja bagi penduduk negerinya.

Dengan aplikasi yang dimulai pada Januari 2023, aturan Pass Overseas Networks & Expertise (ONE) yang baru memungkinkan ekspatriat berpenghasilan setidaknya US$30.000 per bulan untuk mendapatkan visa bekerja selama lima tahun dan secara bersamaan memulai, menjalankan, atau bekerja untuk beberapa perusahaan di negara tersebut. Ini lebih fleksibel daripada Employment Pass (EP) yang ada, yang biasanya diberikan selama dua hingga tiga tahun dan terikat pada pekerjaan tertentu.

Talenta global demi akselerasi dan transformasi

Berbicara kepada parlemen, Menteri Tan See Leng mengatakan global talent akan membantu Singapura mengembangkan sektor-sektor modern, seperti sustainability, artificial intelligence atau fintech.

Akan tetapi, saat ini Singapura harus berusaha ekstra untuk bersaing dengan negara-negara lain yang menerapkan strategi "ofensif". "Ketika kita berbicara tentang talenta top, kita harus memperhatikan seberapa hebat level mereka dan seberapa ketat persaingan untuk mendapatkan mereka," kata Tan.

Di kancah persaingan ini, Inggris, Australia, dan Jerman telah meluncurkan program serupa. Adapun dua negara tetangga Singapura, Malaysia dan Thailand, menawarkan visa kerja untuk jangka panjang dengan insentif bagi orang asing yang memiliki spesialisasi tertentu, dengan penghasilan di atas nilai tertentu.

Asia Nikkei melaporkan, Thailand akan memperkenalkan visa 10 tahun untuk menarik pekerja terampil dan investor bulan depan dan berharap untuk membawa 1 juta orang untuk membuat ekonomi maju selama lima tahun ke depan. Sementara di Eropa, Inggris dan Jerman telah memperkenalkan visa khusus untuk talenta asing yang terampil dan lulusan muda.

Dilema dalam negeri dan perbaikan SDM

Di lain sisi, Singapura menyaksikan munculnya ketidakpuasan tenaga kerja lokal terhadap banyaknya orang asing yang bekerja di negara itu. Ada kekhawatiran bahwa terlalu banyak pekerjaan bergaji tinggi yang diambil ekspatriat.

Namun, pemerintah telah berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran itu, menekankan bakat asing yang terpikat ke Singapura akan membantu "menciptakan beragam peluang bagi warga Singapura".

Tan mengatakan, Singapura juga akan mengembangkan bakatnya sendiri dan meningkatkan keterampilan tenaga kerjanya, sambil memberikan paparan global dan regional kepada warga Singapura. Dengan peningkatan kapasitas SDM, diharapkan mereka dapat mengambil posisi kepemimpinan di perusahaan global.

Menanggapi ini, Kepala Bank Sentral Singapura pada Mei lalu mengatakan sektor keuangan negara itu menciptakan pekerjaan jauh lebih banyak daripada yang dapat diisi oleh staf lokal. Otoritas memperingatkan pendekatan "khusus Singapura" bisa menimbulkan risiko terhadap posisi negara tersebut sebagai pusat keuangan global. 

Untuk meredam kekhawatiran, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menekankan pentingnya menjaga pintu tetap terbuka. "Warga Singapura benar prihatin tentang dampak dari sejumlah besar bukan penduduk yang tinggal dan bekerja di sini," kata Lee, menjanjikan bahwa langkah-langkah sedang diambil untuk mengatasi sentimen ini.

Namun dia menambahkan, sementara pemerintah mengelola populasi profesional asing secara keseluruhan, pihaknya tidak berhenti mencari talenta terbaik yang dapat berkontribusi pada kemajuan Singapura.

Perubahan visa tentu memberikan lebih banyak pilihan kepada para pebisnis untuk merekrut talenta. Sebelumnya, pada Januari 2021 Singapura juga memperkenalkan izin kerja baru yang dikenal sebagai Tech Pass, yang memungkinkan perusahaan teknologi merekrut talenta asing dengan gaji bulanan setidaknya SG$20.000 atau kisaran US$14.321.

Related Articles