BUSINESS

5 Bisnis Arsjad Rasjid yang Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar

Arsjad merupakan seorang pebisnis terkemuka.

5 Bisnis Arsjad Rasjid yang Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan GanjarKetua Umum KADIN INdonesia, Arsjad Rasjid. (dok. KADIN)

by Eko Wahyudi

05 September 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid terpilih sebagai Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Keputusan itu diumumkan usai rapat para pimpinan partai politik pendukung Ganjar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), Senin (4/9).

Arsjad merupakan pengusaha dan pebisnis terkemuka Indonesia. Dia saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, perusahaan yang mayoritas portofolionya batu bara. Di sana, dia pernah menjabat sebagai Group CEO pada 2005–2013, dan Wakil Presiden Direktur/Group CFO pada 2013–2016.

Di bawah kepemimpinan Arsjad, Indika Energy terus mengembangkan dan mengelola portofolio bisnis yang luas dan beragam, mencakup sektor energi, logistik, infrastruktur, mineral, dan bisnis hijau. Lantas apa saja bisnis yang dijalankan olehnya?

Konstruksi dan manajemen proyek untuk industri migas

Laman resmi Indika Energy menginformasikan bahwa Arsjad juga menjabat Presiden Komisaris PT Tripatra Engineers & Constructors dan PT Tripatra Engineering sejak April 2021.

Tripatra adalah perusahaan engineering, procurement, and construction (EPC), manajemen proyek, dan operation & maintenance (O&M) terintegrasi.

Berdiri sejak 1973, perusahaa ini memberikan layanan untuk sektor energi, minyak dan gas, petrokimia, infrastruktur, serta telekomunikasi di Indonesia sampai mancanegara.

Sebagai anak usaha dari Indika Energy, perusahaan itu telah berkontribusi signifikan dengan mayoritas 88 persen proyek EPC dibandingkan dengan anak perusahaan lainnya.

Pertambangan emas

Di luar batu bara, Indika Energy berusaha mendiversifikasi usaha pertambangan kepada tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Proyek emas Awak Mas memiliki potensi sumber daya 2,0 juta ons emas dan potensi cadangan 1,1 juta ons emas. Kontrak karya pada kawasan ini dimiliki oleh Nusantara Resources Limited.

Total kepemilikan Indika Energy langsung dan tidak langsung pada Nusantara mencapai 27,8 persen.