BUSINESS

Pemerintah Dorong Chery Investasi Pabrik Baterai di Indonesia

Tingkat TKDN Chery Omoda E5 telah mencapai 40 persen.

Pemerintah Dorong Chery Investasi Pabrik Baterai di IndonesiaAcara Roll Off Ceremony OMODA E5 ini dihadiri oleh Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. (Dok. Chery Indonesia)

by Eko Wahyudi

06 February 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Mobil Listrik Omoda E5 dari PT Chery Sales Indonesia telah mencapai 40 persen.

Dia mendorong pabrikan tersebut untuk melakukan pendalaman struktur agar bisa melakukan ekspor ke Asean dan Australia, di samping memenuhi pasar domestik yang terus tumbuh.

“Pasar domestik tentu harus [menerapkan] harga bersaing. Dan yang kedua, fitur-fitur dari kendaraan harus semakin modern. Kita harus mendorong [kendaraan listrik] yang harganya terjangkau bagi masyarakat,” demikian keterangan Airlangga seperti dikutip dari rilis pers, Selasa (6/2).

Momentum pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Indonesia sangat didukung oleh status negeri ini sebagai produsen nikel terbesar dunia, yang banyak digunakan sebagai bahan baku dari baterai kendaraan listrik.

Chery Indonesia juga dapat mempertimbangkan investasi untuk produksi baterai [kendaraan listrik] di Indonesia mengingat Indonesia saat ini akan menjadi global supply chain untuk baterai [kendaraan listrik] sebagai hasil hilirisasi, antara lain nikel, aluminium, dan tembaga,” ujarnya.

Dukungan pemerintah terhadap industri kendaraan listrik

Dengan tercapainya TKDN, mobil listrik Chery Omoda E5 telah memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif PPN ditanggung pemerintah atau PPN DTP dari 11 persen menjadi hanya 1 persen.

Airlangga mengatakan pemerintah juga terus mendukung percepatan implementasi KBLBB di Indonesia melalui beberapa kebijakan, seperti insentif bea masuk atas impor KBLBB roda 4 sebesar 0 persen baik dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dan completely knocked down (CKD), serta insentif PPnBM untuk KBLBB roda 4 untuk mempercepat investasi industri KBLBB roda 4 di Indonesia.

Indonesia juga telah menjajaki potensi hydrogen fuel cell sebagai bagian dari upaya mempromosikan solusi energi yang berkelanjutan dan bersih.

“Pemerintah akan mendukung komitmen Chery Indonesia untuk berinvestasi dan meningkatkan konten lokal. Saya berharap kehadiran Chery dan Omoda E5 yang hari ini mulai diproduksi perdana di Indonesia dapat meningkatkan jumlah penggunaan mobil listrik di Indonesia dan meningkatkan daya saing industri otomotif,” katanya.

Omoda E5 diproduksi di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Bekasi, Jawa Barat, dengan status CKD.