BUSINESS

Jokowi Bertemu Bos Freeport, Bahas Saham dan Bangun Smelter di Papua

Hubungan antara Indonesia dengan AS terus meningkat.

Jokowi Bertemu Bos Freeport, Bahas Saham dan Bangun Smelter di PapuaPresiden Jokowi bertemu Chairman Freeport McMoRan, Ricard Adkerson, di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (13/11). (Tangkapan layar dari YouTube Sekretariat Presiden)

by Eko Wahyudi

14 November 2023

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Presiden Jokowi bertemu Chairman Freeport McMoRan, Ricard Adkerson, di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (13/11).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyambut baik pembahasan penambahan saham Freeport ke Indonesia hingga perpanjangan izin tambang yang telah mencapai tahap akhir.

“Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10 persen saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah capai tahap akhir,” kata Jokowi kepada Adkerson yang dikutip dari siaran pers, Selasa (14/11).

Jokowi berharap agar hal tersebut dapat diselesaikan pada akhir November tahun ini.

Dalam keterangan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim, Erick Thohir, menilai saat ini hubungan antara Indonesia dengan AS terus meningkat, utamanya dalam bidang perdagangan.

“Kalau kita lihat apalagi surplus perdagangan kita dengan Amerika sudah mencapai hampir US$16 miliar, dan pertumbuhannya beberapa tahun terakhir cepat. Investasi Amerika di Indonesia itu sudah nomor empat sekarang, yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata dia yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (14/11).
 

Mendorong dilakukannya hilirisasi

Hal ini yang ikut mendasari kebijakan presiden untuk mendorong investasi Amerika di Indonesia, termasuk dari Freeport McMoran. “Yang kebetulan kita BUMN sudah menguasai 51 persen,” ujarnya.

Pada pertemuan itu, kata Erick, dibahas juga upaya hilirisasi yang dilakukan Freeport dengan tidak hanya melakukan penambangan emas dan tembaga, tetapi juga membangun smelter untuk mengolahnya.

“Ini investasi yang memang kita hilirisasi, yang tadinya hanya murni pertambangan emas dan cooper, sekarang sudah mulai diturunkan menjadi industrialisasinya dengan membuka smelter yang di Surabaya. Freeport juga punya komitmen membangun juga smelter di Fakfak di Papua” ujarnya.

Erick menilai sejumlah hal yang disampaikan dan dibahas dalam pertemuan tersebut sangat baik guna meningkatkan investasi yang akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Hal-hal ini yang tadi disampaikan sangat positif untuk terus kita meningkatkan investasi dari pada dari luar negeri untuk membuka lapangan kerja di Indonesia sendiri seperti yang dicita-citakan Presiden Jokowi," katanya.

Perusahaan tambang tembaga raksasa Amerika Serikat (AS), PT Freeport-McMoran Inc., mencatatkan pendapatan US$22,78 miliar sepanjang tahun 2022.

Melansir data laporan keuangan Freeport-McMoran, 37 persen dari total pendapatan tersebut berasal dari operasi di Indonesia yang nilainya mencapai US$8,43 miliar. Angka tersebut setelah dikurangi biaya royalti, bea ekspor dan biaya-biaya lainnya. Royalti dan bea ekspor Freeport untuk operasi di Indonesia tercatat masing-masing sebesar US$357 juta dan US$307 juta.